Surat suara tempelan stiker, Khofifah tuding KPU tak adil
Kamis, 22 Agustus 2013 - 21:02 WIB
Surat suara tempelan stiker, Khofifah tuding KPU tak adil
A
A
A
Sindonews.com - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin meneladani kepemimpinan Proklamator RI Soekarno dalam mengutamakan dan membesarkan bangsa.
Jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur 29 Agustus mendatang, Ketua Umum PP Muslimat NU ini berjanji akan lebih mementingkan bangsa, khususnya masyarakat Jawa Timur di atas kepentingan pribadi atau golongan.
"Saya ingin meneladani Bung Karno dalam kepemimpinan saya ketika menjadi Gubernur Jawa Timur nanti, " ujar Khofifah usai berziarah ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (22/8/2013).
Mantan menteri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itampak didampingi istri Gus Solah, yakni Farida Salahudin Wahid. Selain itu, ada juga Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten/Kota Blitar dan sejumlah politisi DPC PKB Kabupaten dan Kota Blitar.
Lazimnya nyekar, usai berdoa bersama di depan pusara makam Bung Karno, Khofifah dan jamaah yang mengikuti menaburkan bunga.
Khofifah mengatakan, untuk membesarkan Jawa Timur dibutuhkan suasana kondusif dan dukungan semua pihak. Selain itu proses politik, khususnya pesta demokrasi yang ada, hendaknya jauh dari rekayasa dan trik politik yang menyesatkan masyarakat.
"Mari kita besarkan Jawa Timur dengan semangat kebersamaan, " paparnya.
Khofifah menyalami semua pengunjung makam BK dan memohon doa restu bisa meraih posisi Jawa Timur satu.
Dalam kesempatan itu, Khofifah kembali mengkritik perlakuan tidak adil penyelenggara pemilu (KPU) kepada dirinya. Surat suara untuk pasangan nomor empat Khofifah-Herman (Berkah) nanti akan berupa tempelan stiker foto dirinya dan pasanganya.
Sementara tiga pasangan lain berupa kertas yang tercetak. Menurut Khofifah, apa yang diterimanya tersebut sebagai bentuk pelanggaran kode etik pemilu.
"KPU harus adil dan tidak memihak. Kalau pasangan lain berupa surat suara yang dicetak, maka pasangan kami juga harusnya dicetak. Bukan tempelan stiker, " keluhnya.
“KPU harus bisa netral,” imbuhnya.
Usai dari makam BK, rombongan cagub Khofifah langsung melakukan kampanye di sejumlah tempat di Kota dan Kabupaten Blitar. Diantaranya Pasar Legi Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, Pasar Hewan Dimoro Kelurahan Kauman Kecamatan Kepnjenkidul dan ditutup Lapangan Tawangsari Kelurahan Tawangsari Kecamatan Garum.
Jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur 29 Agustus mendatang, Ketua Umum PP Muslimat NU ini berjanji akan lebih mementingkan bangsa, khususnya masyarakat Jawa Timur di atas kepentingan pribadi atau golongan.
"Saya ingin meneladani Bung Karno dalam kepemimpinan saya ketika menjadi Gubernur Jawa Timur nanti, " ujar Khofifah usai berziarah ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (22/8/2013).
Mantan menteri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itampak didampingi istri Gus Solah, yakni Farida Salahudin Wahid. Selain itu, ada juga Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten/Kota Blitar dan sejumlah politisi DPC PKB Kabupaten dan Kota Blitar.
Lazimnya nyekar, usai berdoa bersama di depan pusara makam Bung Karno, Khofifah dan jamaah yang mengikuti menaburkan bunga.
Khofifah mengatakan, untuk membesarkan Jawa Timur dibutuhkan suasana kondusif dan dukungan semua pihak. Selain itu proses politik, khususnya pesta demokrasi yang ada, hendaknya jauh dari rekayasa dan trik politik yang menyesatkan masyarakat.
"Mari kita besarkan Jawa Timur dengan semangat kebersamaan, " paparnya.
Khofifah menyalami semua pengunjung makam BK dan memohon doa restu bisa meraih posisi Jawa Timur satu.
Dalam kesempatan itu, Khofifah kembali mengkritik perlakuan tidak adil penyelenggara pemilu (KPU) kepada dirinya. Surat suara untuk pasangan nomor empat Khofifah-Herman (Berkah) nanti akan berupa tempelan stiker foto dirinya dan pasanganya.
Sementara tiga pasangan lain berupa kertas yang tercetak. Menurut Khofifah, apa yang diterimanya tersebut sebagai bentuk pelanggaran kode etik pemilu.
"KPU harus adil dan tidak memihak. Kalau pasangan lain berupa surat suara yang dicetak, maka pasangan kami juga harusnya dicetak. Bukan tempelan stiker, " keluhnya.
“KPU harus bisa netral,” imbuhnya.
Usai dari makam BK, rombongan cagub Khofifah langsung melakukan kampanye di sejumlah tempat di Kota dan Kabupaten Blitar. Diantaranya Pasar Legi Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, Pasar Hewan Dimoro Kelurahan Kauman Kecamatan Kepnjenkidul dan ditutup Lapangan Tawangsari Kelurahan Tawangsari Kecamatan Garum.
(lns)