Kasus narkoba di Sleman naik 10,3%

Rabu, 21 Agustus 2013 - 15:36 WIB
Kasus narkoba di Sleman...
Kasus narkoba di Sleman naik 10,3%
A A A
Sindonews.com - Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di Kabupaten Sleman pada tahun 2012 mengalami kenaikan 10,3 persen dibadingkan tahun sebelumnya.

Data pemerintah kabupatan (Pemkab) Sleman pada tahun 2011 tercatat 164 kasus dan pada tahun 2012 menjadi 181 kasus atau meningkat 17 kasus.

Populasi pelajar yang cukup tinggi diduga menjadi penyebab tingginya angka peredaran narkoba di kabupaten dengan semoboyan Sembada ini.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk menekan sekaligus mengantisipasi kasus tersebut, selain dengan tindakan preventif, kesadaran dari masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing juga sangat penting.

Apalagi untuk menjaga situasi yang kondusif bukan hanya tanggung jawab aparat namun juga masyarakat.

Terlebih untuk lingkungan perumahan yang banyak dijadikan kontrakan atau kos-kosan. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

Termasuk para dukuh dan tokoh masyakat juga harus peduli pada para warga pendatang. Sehingga bila ada kejanggalan di lingkungan sekitar dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, bisa langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib.

”Masyarakat juga harus bisa mengedepankan dialog atau musyawarah untuk menyelesaikan persoalan yang muncul,” kata Sri Purnomo saat safari Kamtibmas di gedung serbaguna, Sleman, Rabu (21/8)

Menurut Sri Purnomo dengan upaya ini diharapkan, permasalahan-permasalahan skala kecil tidak menjadi permasalahan yang lebih besar dan dapat langsung diselesaikan di tempat.

Misalnya untuk persoalan di tingkat RT, dapat diselesaikan di tingkat padukuhan atau desa dan tingkat desa, untuk penyelesainnya di kecamatan.

Sedangkan untuk mengantisipasi dan menakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sleman secara umum, kepolisian diharapkan dapat meningkatkan layanan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

”Namun berkaca dari berbagai kejadian, masyarakat juga harus lebih waspada terhadap berbagai ancaman keamanan yang sering terjadi, termasuk tidak terpancing oleh isu-isu negatif yang memperkeruh suasana,” paparnya.

Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman untuk mengatasi dan mencegah gangguan kamtibmas antara aparat dan masyarakat memang harus sinergis.

Sebab biasanya permasalahan yang timbul akibat mis komunikasi. Karena itu informasi kamtibmas harus diberikan secepatnya, jangan baru memberikan informasi setelah adanya kejadian.

”Informasi sekecil apapun bila dipandang perlu masyarakat dapat menyampakan kepada aparat untuk ditindak lanjuti,” harapnya.
(lns)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
18 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved