Kompolnas usulkan Polisi diasuransikan
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 10:11 WIB
Kompolnas usulkan Polisi diasuransikan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menaruh harapan besar untuk kedepan pihak Polri diberikan jaminan selama menjalankan tugasnya. Langkah ini perlu untuk memberi jaminan kepada keluarganya saat Polisi tersebut menjalankan tugas yang penuh resiko.
Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan berpendapat, sudah sepatutnya anggota Polri mendapatkan asuransi.
"Kami sudah mengusulkan hal itu, untuk kedepan pimpinan bisa memberikan asuransi kepada seluruh anggota Polri," kata Edi di Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Edi mengklaim, hal ini wajar dengan resiko tugas yang dijalani mereka setiap harinya.
Sehingga, setiap anggota polri yang meningal dalam tugas mendapatkan jaminan keluarganya tidak sengsara. Selain itu, tidak ada lagi keraguan dalam bertugas khususnya di daerah-daerah konflik.
"Saya berharap pimpinan Polri kedepan bisa memikirkan ini," tukasnya.
Sebelumnya, sejumlah polisi gugur dan terluka setelah menjadi korban penembakan orang tak dikenal saat akan menjalankan dinas.
Penembakan yang menewaskan Aiptu Dwiyatna (50) terjadi di depan Gg Mandor, Jalan Otista Raya, RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 7 Agustus 2013 sekira pukul 04.30 WIB.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah menimpa anggota polisi lalu lintas Polres Metro Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono (53), menjadi korban penembakan orang yang tidak dikenal pada Sabtu 27 Juli 2013. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan.
Terakhir rumah anggota Satuan Narkoba Polda Metro Jaya AKP Andreastulam diberondong tembakan. Diduga penembakan ini menggunakan airsoft gun.
Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan berpendapat, sudah sepatutnya anggota Polri mendapatkan asuransi.
"Kami sudah mengusulkan hal itu, untuk kedepan pimpinan bisa memberikan asuransi kepada seluruh anggota Polri," kata Edi di Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Edi mengklaim, hal ini wajar dengan resiko tugas yang dijalani mereka setiap harinya.
Sehingga, setiap anggota polri yang meningal dalam tugas mendapatkan jaminan keluarganya tidak sengsara. Selain itu, tidak ada lagi keraguan dalam bertugas khususnya di daerah-daerah konflik.
"Saya berharap pimpinan Polri kedepan bisa memikirkan ini," tukasnya.
Sebelumnya, sejumlah polisi gugur dan terluka setelah menjadi korban penembakan orang tak dikenal saat akan menjalankan dinas.
Penembakan yang menewaskan Aiptu Dwiyatna (50) terjadi di depan Gg Mandor, Jalan Otista Raya, RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 7 Agustus 2013 sekira pukul 04.30 WIB.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah menimpa anggota polisi lalu lintas Polres Metro Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono (53), menjadi korban penembakan orang yang tidak dikenal pada Sabtu 27 Juli 2013. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan.
Terakhir rumah anggota Satuan Narkoba Polda Metro Jaya AKP Andreastulam diberondong tembakan. Diduga penembakan ini menggunakan airsoft gun.
(ysw)