Pemerintah pusat tak perlu phobia

Jum'at, 16 Agustus 2013 - 07:01 WIB
Pemerintah pusat tak...
Pemerintah pusat tak perlu phobia
A A A
Sindonews.com - Pemerintah hendaknya tidak menjadi phobia dengan pengibaran bendera bulan bintang di beberapa wilayah di Aceh.

Pengibaran bendera oleh masyarakat Aceh bersamaan dengan jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus jangan langsung dianggap sebagai kemunculan tanda-tanda gerakan separatis.

"Jangan mudah menyebut separatis, separatis. Bendera Aceh ini sesungguhnya ingin merelebur ke rumah besar NKRI, jadi jangan dicurigai," ujar anggota DPR RI Nasir Djamil yang juga caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Aceh, Jumat (16/8/2013).

Nasir Djamil menjamin tidak ada gerakan -gerakan di Aceh seperti ditakutkan oleh pemerintah pusat selama ini. Kalaupun muncul faksi-faksi pasca perdamaian, itu merupakan hal yang biasa terjadi di sebuah daerah konflik.

"Memang ada faksi A, B, C atau D yang tidak ingin melihat Aceh itu damai. Kelompok-kelompok itu selalu memanfaatkan situasi kondisi apa saja yang terjadi di Aceh, seperti masalah bendera ini," tukasnya.

Selain itu, Nasir juga mengritik banyaknya peredaran senjata api ilegal di Aceh. Berdasarkan pengamatannya senjata api ilegal sangat mudah didapatkan. Karenanya dia mengimbau agar aparat keamanan dan juga pemerintah daerah memperhatikan persoalan perederan senjata ilegal tersebut.

"Ini harus menjadi perhatian aparat keamaan dan pemerintah di Aceh," tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Aceh secara serentak akan mengibarkan bendera Aceh sebagai peringatan delapan tahun perdamaian RI-Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus.

Pengibaran itu juga sebagai peringatan sewindu MoU Helsinki. Hal itu penting dilakukan karena bagian dari sejarah.

Rencana pengibaran itu ditanggapi serius oleh pemerintah pusat. Sebab, bendara yang akan dikibarkan masih kontroversi karena dinilai mirip simbol separatis GAM.

Banyak pihak mengimbau agar Pemda Aceh komit pada NKRI seperti yang dituangkan dalam Perjanjian Helsinski. Pemda Aceh juga diminta menaati seluruh peraturan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hukum positif nasional.
(lns)
Berita Terkait
Kombatan GAM yang Pernah...
Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik TNI Turun Tangani Aksi Demo di Aceh Utara
Profil Ishak Daud, Panglima...
Profil Ishak Daud, Panglima GAM yang Disegani pada Zamannya
ST Burhanuddin Pernah...
ST Burhanuddin Pernah Diancam GAM hingga Dibilang Mirip Suami Inul
TNI Sayangkan Narasi...
TNI Sayangkan Narasi Represif soal Larangan Pengibaran Bendera GAM di Aceh: Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Profil Danrem 011 Kolonel...
Profil Danrem 011 Kolonel Ali Imran, Perwira Kopassus yang Viral Bubarkan Konvoi Berbendera GAM
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved