Mayoritas sekolah di Blitar belum terima buku kurikulum 2013

Kamis, 15 Agustus 2013 - 08:10 WIB
Mayoritas sekolah di...
Mayoritas sekolah di Blitar belum terima buku kurikulum 2013
A A A
Sindonews.com - Mayoritas pelajar di Kabupaten Blitar belum mengenal buku pelajaran kurikulum pendidikan 2013. Sebab hingga kini bantuan buku (kurikulum 2013) masih diperuntukkan bagi sejumlah sekolah yang terpilih sebagai pilot project pendidikan.

"Karena jumlahnya terbatas, banyak sekolah yang belum mendapat bantuan buku dari kementerian tersebut," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Romelan, kepada wartawan, Rabu (14/8/2013).

Tercatat dari 42 lembaga SMP Negeri di Kabupaten Blitar, hingga kini baru lima lembaga yang menerima dropping buku Kurikulum 2013.

Lima sekolah yang tertunjuk tersebut diantaranya SMPN Binangun, SMPN 1 Garum, SMPN Srengat 1 dan 2. Sementara dari 7 lembaga SMA, baru tiga yang mendapat bantuan buku. Begitu juga dengan SMK, baru tiga lembaga yang memperoleh bantuan buku. Yakni diantaranya SMKN Kesamben dan SMKN Nglegok.

Dengan kondisi ini, diakui Romelan, masih banyak sekolah di Kabupaten Blitar yang belum bisa menjalankan kurikulum pendidikan 2013.

"Sampai saat ini pembelajaran di sekolah masih menggunakan buku kurikulum 2012. Tentu isinya berbeda, namun kami optimis siswa bisa menyesuaikan," jelasnya.

Sejauh ini, dinas belum berencana mengajukan bantuan buku. Konsentrasi masih terfokus pada usulan anggaran pelatihan guru sebesar Rp500 juta. "Pelatihan ini untuk persiapan menghadapi kurikulum baru," terangnya.

Romelan menegaskan, situasi yang ada dipastikan tidak akan mempengaruhi hasil ujian nasional tahun 2014. Sebab sebelum ujian dilaksanakan akan ada penyesuaian yang akan dilakukan dinas.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Abdul Munib, mengatakan seyogyanya dinas segera memikirkan solusi bagaimana seluruh pelajar di Kabupaten Blitar bisa mengenyam buku kurikulum 2013.

"Sebab jika mengenal dan mempelajari sejak dini, tentu para siswa akan lebih siap dalam menghadapi kurikulum baru tersebut," ujarnya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
26 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved