Espass seruduk motor dan bentor di Pantura, 3 tewas
Selasa, 13 Agustus 2013 - 12:32 WIB
Espass seruduk motor dan bentor di Pantura, 3 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah kecelakaan terjadi di jalur Pantura, tepatnya di Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (13/8/2013) pagi. Tiga nyawa melayang dalam kecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu terjadi antara sebuah mobil Daihatsu Espass, sepeda motor dan sebuah becak motor (bentor). Espass sendiri datang dari arah Yogyakarta, sedangkan bentor dan sepeda motor melaju dari arah sebaliknya.
Ketiga korban tewas yakni, pasangan suami istri, Mintijo dan Rumini, pengendara sepeda motor asal Malang dan Buari, pengendara bentor, warga Nguling. Sementara empat penumpang mobil Espass mengalami luka-luka. Korban luka saat menjalani perawatan di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan ini bermula ketika mobil Espass Nopol DK 744 EB yang dikendarai Kholid Mufaroj, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Surabaya menuju Probolinggo. Pengemudi rombongan tujuan Bali ini diduga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Yogyakarta.
Saat melintas di lokasi kejadian, mobil tiba-tiba oleng ke lajur kanan. Karena tak mampu mengendalikan laju kendaraannya, mobil menabrak sepeda motor Nopol N5483 FU yang berjalan beriringan dengan bentor dari arah berlawanan.
Akibat benturan keras tersebut, dua sepeda motor terpental beberapa meter hingga keluar jalur dan ringsek. Ketiga korban yang mengalami luka berat langsung tewas di lokasi kejadian.
"Mobil itu melaju kencang dari arah Surabaya. Tiba-tiba oleng ke kanan jalan dan menabrak pengendara sepeda motor dari arah Probolinggo. Mungkin sopirnya mengantuk sehingga tidak menyadari masuk ke jalur berlawanan," kata Rofik, seorang warga setempat.
Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kemacetan di ruas jalur Pantura. Proses evakuasi bangkai kendaraan dan kerumunan warga menjadikan laju kendaraan merambat pelan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Achmad Nadzir, mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Dugaan sementara, pengemudi mobil Espass mengalami kelelahan dan mengantuk setelah melakukan perjalanan jauh tanpa istirahat.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi untuk diminta keterangannya. Sopir diduga kelelahan setelah mengemudi dari Yogyakarta," kata Kasat Lantas Achmad Nadzir.
Kecelakaan itu terjadi antara sebuah mobil Daihatsu Espass, sepeda motor dan sebuah becak motor (bentor). Espass sendiri datang dari arah Yogyakarta, sedangkan bentor dan sepeda motor melaju dari arah sebaliknya.
Ketiga korban tewas yakni, pasangan suami istri, Mintijo dan Rumini, pengendara sepeda motor asal Malang dan Buari, pengendara bentor, warga Nguling. Sementara empat penumpang mobil Espass mengalami luka-luka. Korban luka saat menjalani perawatan di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan ini bermula ketika mobil Espass Nopol DK 744 EB yang dikendarai Kholid Mufaroj, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Surabaya menuju Probolinggo. Pengemudi rombongan tujuan Bali ini diduga mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Yogyakarta.
Saat melintas di lokasi kejadian, mobil tiba-tiba oleng ke lajur kanan. Karena tak mampu mengendalikan laju kendaraannya, mobil menabrak sepeda motor Nopol N5483 FU yang berjalan beriringan dengan bentor dari arah berlawanan.
Akibat benturan keras tersebut, dua sepeda motor terpental beberapa meter hingga keluar jalur dan ringsek. Ketiga korban yang mengalami luka berat langsung tewas di lokasi kejadian.
"Mobil itu melaju kencang dari arah Surabaya. Tiba-tiba oleng ke kanan jalan dan menabrak pengendara sepeda motor dari arah Probolinggo. Mungkin sopirnya mengantuk sehingga tidak menyadari masuk ke jalur berlawanan," kata Rofik, seorang warga setempat.
Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kemacetan di ruas jalur Pantura. Proses evakuasi bangkai kendaraan dan kerumunan warga menjadikan laju kendaraan merambat pelan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Achmad Nadzir, mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Dugaan sementara, pengemudi mobil Espass mengalami kelelahan dan mengantuk setelah melakukan perjalanan jauh tanpa istirahat.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi untuk diminta keterangannya. Sopir diduga kelelahan setelah mengemudi dari Yogyakarta," kata Kasat Lantas Achmad Nadzir.
(rsa)