Bahaya, lahan pertanian di Jateng jadi perumahan

Selasa, 06 Agustus 2013 - 14:27 WIB
Bahaya, lahan pertanian...
Bahaya, lahan pertanian di Jateng jadi perumahan
A A A
Sindonews.com - Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan di Provinsi Jawa Tengah kian marak. Hal ini diakibatkan oleh lemah, dan tidak beratnya sanksi terhadap para pengembang, maupun pejabat sekitar yang nakal.

Menanggapi hal itu, Komisi IV DPR RI mengaku bakal melakukan revisi Undang-undang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan No.41 tahun 2009 untuk mengakomodir adanya ancaman pidana kepada pihak-pihak yang melakukan praktik yang mengancam stok beras nasional ini

"Persoalan ini memang menjadi salah satu titik perhatian Komisi IV. Makanya perlu revisi aturan untuk menekan alih fungsi lahan pertanian produktif itu,” ujar anggota Komisi IV DPR RI Abdul Wachid, disela-sela santunan 2.000 anak yatim dan jompo, di Rumah Joglo Aspirasi, Margoyoso, Jepara, Selasa (6/8/2013).

Ditambahkan dia, berdasarkan data yang dimiliki, tiap tahunnya lahan produktif di Jawa Tengah berkurang antara 350-400 hektare. Kondisi ini jelas mengancam target surplus produksi beras nasional. Sebab, 60 persen stok beras nasional disokong dari lahan pertanian yang ada di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah.

Menurutnya, salah satu terobosan yang harus dilakukan adalah dengan memuat ancaman pidana atau denda kepada para pengembang perumahan yang secara serampangan melakukan alih fungsi lahan pertanian produktif tersebut. Sebab, mayoritas lahan pertanian tersebut memang dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan.

"Ancaman pidana atau denda ini penting untuk memunculkan efek jera kepada para pengembang, terlebih yang nakal. Sanksi juga bisa berupa pencabutan izin usaha. Intinya harus ada shock theraphy,” jelas politikus Senayan Dapil II Jateng tersebut.

Lebih jauh, dia mendesak Pemprov Jateng, pemkab, maupun pemkot, untuk bersikap tegas terhadap para pengembang perumahan di provinsi ini. Sebab, jika tidak ada ketegasan, maka lahan pertanian akan menjadi semakin sempit, dan membahayakan surplus beras nasional.

"Jangan sampai mencaplok lahan pertanian, para pengembang juga menggunakan infrastruktur berupa Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibiayai pemerintah untuk kepentingan pengembangan bisnis perumahan," tegasnya.

Dia menambahkan, DPR RI akan mendesak Kementrian Pertanian untuk mengalokasikan dana lebih besar demo kepentingan pertanian. Minimal anggaran yang harus disiapkan 10 persen dari total APBN yang jumlahnya mencapai Rp1.600 triliun.

Dengan dana tersebut, politikus Gerindra ini optimis akan mampu mengatasi persoalan terkait dunia pertanian mulai dari hulu hingga hilir.

“Di Thailand atau Vietnam anggaran untuk pertanian memang besar. Dan hasilnya, mereka mampu surplus dan tidak bergantung pada produk impor. Bahkan karena sudah surplus, beras Vietnam diekspor ke sejumlah negara,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved