Soal PKL, pengamat nilai langkah Ahok tepat
Jum'at, 02 Agustus 2013 - 16:32 WIB
Soal PKL, pengamat nilai langkah Ahok tepat
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi PKL di Jakarta saat ini, dinilai Pengamat sosial dan budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati sudah melampaui batas. Untuk itu, relokasi yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta sudah tepat.
Terkait kasus penertiban PKL Tanah Abang, Devie menilai penataan PKL yang semrawut sudah sangat kronis. Selain itu, kata dia, PKL terus menjamur karena ada beking aparatur tingkat tinggi.
"Langkah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah tepat," katanya di Depok, Jumat (2/8/2013).
Ia mnejelaskan, di berbagai negara seperti Prancis, Inggris pasti ada juga kelompok terpinggirkan yang ingin bertahan hidup. Sayangnya mereka juga membuka lapak di tempat untuk beraktifitas.
"Ini terjadi alamiah tetapi menabrak tata aturan hukum, dan adanya bekingan kuat, langkah Ahok rapihkan sistem ini tepat," tegasnya.
Devie menilai keberanian Ahok menertibkan PKL Tanah Abang luar biasa dengan memberantas 'kekuatan' di level tinggi pemerintahan. Karena kalau dibiarkan bisa tambah kronis. Apalagi Tanah Abang hanya tiga kilometer dari istana, tentu harus dikelola baik.
Devie juga merasa malu karena Jakarta sebagai ibukota negara dan kota metropolitan malah mencerminkan wajahnya dengan kelas manajemen primitif.
Terkait kasus penertiban PKL Tanah Abang, Devie menilai penataan PKL yang semrawut sudah sangat kronis. Selain itu, kata dia, PKL terus menjamur karena ada beking aparatur tingkat tinggi.
"Langkah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah tepat," katanya di Depok, Jumat (2/8/2013).
Ia mnejelaskan, di berbagai negara seperti Prancis, Inggris pasti ada juga kelompok terpinggirkan yang ingin bertahan hidup. Sayangnya mereka juga membuka lapak di tempat untuk beraktifitas.
"Ini terjadi alamiah tetapi menabrak tata aturan hukum, dan adanya bekingan kuat, langkah Ahok rapihkan sistem ini tepat," tegasnya.
Devie menilai keberanian Ahok menertibkan PKL Tanah Abang luar biasa dengan memberantas 'kekuatan' di level tinggi pemerintahan. Karena kalau dibiarkan bisa tambah kronis. Apalagi Tanah Abang hanya tiga kilometer dari istana, tentu harus dikelola baik.
Devie juga merasa malu karena Jakarta sebagai ibukota negara dan kota metropolitan malah mencerminkan wajahnya dengan kelas manajemen primitif.
(ysw)