Tiga korban Muhyaro dikubur hidup-hidup

Kamis, 01 Agustus 2013 - 16:46 WIB
Tiga korban Muhyaro...
Tiga korban Muhyaro dikubur hidup-hidup
A A A
Sindonews.com - Tiga korban pembantaian yang diduga dilakukan oleh Muhyaro (41), di Dusun Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, diduga dikubur secara hidup - hidup. Hal itu didasarkan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah.

Pemeriksaan petugas, dari autopsi dua dari tiga jenazah yang ditemukan di sana, menyebutkan terdapat sejumlah benda asing yakni tanah di dalam saluran pernafasan para korban. Selain itu, sejumlah luka yang ditemukan petugas, adalah luka tidak menyebabkan kematian.

Tiga korban itu, satu di antaranya diidentifikasi adalah Yolanda Rifan alias Irfan (36), Dosen Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang, sebelumnya ditemukan di ladang milik Muhyaro pada Sabtu (27/7) siang. Atas permintaan keluarga, Yolanda Rifan hanya dilakukan visum luar.

Kepala Sub Bidang Kedokteran Polisi Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti, menduga lokasi pemukulan yang menyebabkan sejumlah luka dan lokasi penguburan itu berjarak, alias berbeda. Tidak ditemukan tanda perlawanan.

“Untuk tanah yang masuk pernafasan itu, diduga saat korban pingsan lalu dikubur. Kami juga temukan bekas ikatan. Di antaranya di leher, tangan, kaki. Saya menduga korban itu dibawa menggunakan tandu ketika pingsan. Karena badan korban itu lebih besar dari Muhyaro, kemungkinan ada yang membantu mengangkat para korban ini. Saya tidak tahu ada pelaku lain atau tidak, namun hasil pemeriksaan seperti itu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kompleks RS Bhayangkara Semarang, Kamis (1/8/2013).

Terkait Posko Ante Mortem, kata Hastry, pihaknya sudah menerima laporan dua keluarga pada Selasa (30/7) lalu. Satu orang melapor kehilangan kerabatnya bernama Sunaryo (39), warga Jalan Kendeng, Kroya, Cilacap. Sunaryo mempunya ciri khas pitak di belakang kepala dan bekas luka di kaki kanan.

Satu orang lagi yang melapor adalah mengaku kehilangan kerabatnya bernama Nurudin (49), warga Pagentan, RT1/RW1, Kabupaten Temanggung. Dengan ciri tubuh pendek gemuk dan mempunyai luka bekas knalpot di
kakinya.

“Para keluarga melapor, anggotanya hilang sejak sekira 22 bulan lalu. Untuk Sunaryo diceritakan keluarganya, sempat menyinggung terkait penggandaan uang di Windusari itu,” jelasnya.

Pihak keluarga sendiri, sempat memberikan data pembanding berupa sidik jari dari STTB (Surat Tanda Tamat Belajar), namun karena kondisi jenazah yang membusuk tim tidak dapat mengidentifikasi dari sidik jari. Pihak keluarga juga tidak mempunyai data pembanding lain, yaitu data gigi.

“Kami ambil sampel DNA dari tulang korban yang kondisinya masih bagus, kami bandingkan dengan DNA yang kami ambil dari anak Nurudin dan ayah Sunaryo. Sedang dilakukan tes di Laboratorium DNA Bidang Dokpol Pusdokkes Polri, hasilnya belum keluar,” tambahnya.

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara atas kasus ini.

“Kami masih cari sejumlah bukti – bukti. Dan penyelidikan intensif terus kami lakukan. Di Wonosobo itu kami terus lakukan penyisiran,” katanya saat ditemui di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang.

Sebelumnya, selain tersangka Muharyo yang akhirnya tewas, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah menetapkan seorang tersangka baru kasus ini, yaitu Pono alias Yanto (32), warga Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Berdasarkan aneka barang bukti yang ditemukan penyidik, Pono diduga turut serta membantu Muhyaro dalam melakukan aksinya. Sementara itu, penyidik juga menemukan aneka barang bukti berupa beberapa batu di lokasi kejadian yang diduga digunakan untuk memukul para korban.

Yono sendiri setelah ditetapkan statusnya menjadi tersangka, langsung ditahan penyidik dan dititipkan di Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jawa Tengah.
(rsa)
Berita Terkait
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Pencari Brondolan Sawit...
Pencari Brondolan Sawit Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam
Kronologis Polisi Tewas...
Kronologis Polisi Tewas Dibacok saat Hendak Selesaikan Perselisihan Warga di Bengkulu
Diduga Depresi, Polisi...
Diduga Depresi, Polisi Tewas Bunuh Diri di Jakpus
Hendak Selesaikan Perselisihan...
Hendak Selesaikan Perselisihan Warga, Polisi di Bengkulu Tewas Dibacok 3 Orang
Polisi Tembak Polisi...
Polisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Akibatkan 1 Tewas
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
32 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
57 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved