Modal airsoftgun, si gondrong merampok minimarket
Sabtu, 27 Juli 2013 - 12:21 WIB
Modal airsoftgun, si gondrong merampok minimarket
A
A
A
Sindonews.com - Minimarket Alfamart, di Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, disatroni perampok bersenjata airsoftgun jenis Pistol FN. Untuk menakuti korban, pelaku sempat menembakan pistolnya beberapa kali sebelum akhirnya membawa uang yang berada di dalam kas kasir sebesar Rp181 ribu.
Kejadin bermula saat seorang pegawai Rudi tengah berjaga sendirian di dalam toko. Karena sesuatu hal, Rudi pun meninggalkan sejenak meja kasir.
“Pas saksi kembali, dia melihat tersangka ada di balik meja kasir dan sedang mencoba membukanya. Saat saksi mendekat, tersangka sempat menembakan senjatanya untuk menakuti,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko di lokasi kejadian, Sabtu (27/7/2013).
Selang beberapa saat, pegawai lainnya yang bernama Jefry baru saja datang dan langsung masuk ke dalam toko. Pelaku yang panik, karena ada orang lain yang masuk pun bergegas berlari keluar sambil membawa uang sebesar Rp181 ribu dari dalam kas kasir.
“Karena panik tersangka sempat menembakan senjatanya lagi dan mengenai kaca bagian depan hingga bolong,” terangnya.
Truno mengungkapkan, saat kejadian tersangka menggunakan helm hitam, jaket panjang warna hitam, celana panjang warna hitam, dan sandal kulit warna krem.
“Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah rambutnya yang gondrong sebahu, berbadan gempal, dan berlogat lokal (sunda). Sementara motor yang digunakan pelaku jenis matik warna merah tapi tidak ada plat nomor depan maupun belakangnya,” bebernya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan beberapa barang bukti termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Truno mengimbau kepada seluruh pengelola minimarket yang buka 24 jam agar memasang CCTV beresolusi tinggi agar bisa membantu disaat terjadi tindak pidana kriminal.
“Setidaknya ada satpam atau pengamanan internal. Atau jika tidak, kasir harus dibekali alat pertahanan diri seperti alat kejut listrik atau semprotan cabe,” tutupnya.
Kejadin bermula saat seorang pegawai Rudi tengah berjaga sendirian di dalam toko. Karena sesuatu hal, Rudi pun meninggalkan sejenak meja kasir.
“Pas saksi kembali, dia melihat tersangka ada di balik meja kasir dan sedang mencoba membukanya. Saat saksi mendekat, tersangka sempat menembakan senjatanya untuk menakuti,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko di lokasi kejadian, Sabtu (27/7/2013).
Selang beberapa saat, pegawai lainnya yang bernama Jefry baru saja datang dan langsung masuk ke dalam toko. Pelaku yang panik, karena ada orang lain yang masuk pun bergegas berlari keluar sambil membawa uang sebesar Rp181 ribu dari dalam kas kasir.
“Karena panik tersangka sempat menembakan senjatanya lagi dan mengenai kaca bagian depan hingga bolong,” terangnya.
Truno mengungkapkan, saat kejadian tersangka menggunakan helm hitam, jaket panjang warna hitam, celana panjang warna hitam, dan sandal kulit warna krem.
“Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah rambutnya yang gondrong sebahu, berbadan gempal, dan berlogat lokal (sunda). Sementara motor yang digunakan pelaku jenis matik warna merah tapi tidak ada plat nomor depan maupun belakangnya,” bebernya.
Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan beberapa barang bukti termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Truno mengimbau kepada seluruh pengelola minimarket yang buka 24 jam agar memasang CCTV beresolusi tinggi agar bisa membantu disaat terjadi tindak pidana kriminal.
“Setidaknya ada satpam atau pengamanan internal. Atau jika tidak, kasir harus dibekali alat pertahanan diri seperti alat kejut listrik atau semprotan cabe,” tutupnya.
(san)