Apel Washinton di Kulonprogo mengandung formalin

Kamis, 25 Juli 2013 - 14:53 WIB
Apel Washinton di Kulonprogo...
Apel Washinton di Kulonprogo mengandung formalin
A A A
Sindonews.com – Anda yang akan membeli buah-buahan impor harus lebih hati-hati. Sebab, buah impor yang dijual di Kulonprogo, ternyata terindikasi mengandung formalin. Ini diketahui saat Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (DKPP) DIY, bersama Satpol PP melakukan uji formalin.

Uji formalin dilakukan di Pasar Wates, dan kios buah di kawasan Stasiun Wates. Uji formalin yang difokuskan pada buah impor juga melibatkan petugas gabungan dari Dinas Kesehatan DIY dan Lembaga Konsumen Yogjakarta (LKY).

Dari 10 sampel buah-buahan yang terdiri dari anggur merah, apel merah, jeruk, pear, maupun kelengkeng, diketahui jika buah anggur merah Australia dan apel merah asal Washington, Amerika Serikat, terindikasi positif berformalin.

Ketua Tim Pengawas BKPP DIY Martini Lastianingsih mengatakan, operasi dilakukan dalam rangka mengawasi peredaran bahan makanan berbahaya menjelang Lebaran, khususnya pada buah-buahan. Tujuannya untuk mengetahui kadar positif atau negatif kandungan formalin pada buah yang dijual di pasaran.

“Ada 10 sampel buah impor yang kita uji dengan metode kualitatif, hasilnya diketahui kadar positif dan negatif mengandung formalin. Dari hasil sementara, ada buah impor yang positif berformalin pada jenis anggur merah dan apel,” katanya, kepada wartawan, Kamis (25/7/2013).

Pemeriksaan kadar formalin, dilakukan menggunakan Rapid Test Kid, indikasi formalin pada sampel buah anggur merah dan apel merah terlihat dari perubahan warna yang lebih ungu dibanding jenis buah-buahan yang lain.

Hasil sampel, akan diuji lebih lanjut di laboratorium bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, sedangkan buah-buahan yang diambil sampel diamankan.

“Sampel akan diuji kembali di laboratorium yang sudah terakreditasi, hasilnya kemudian dirapatkan dengan tim jejaring dan disampaian kepada Gubernur DIJ kemudian diinformasikan kepada masyarakat,” ucapnya.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
24 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved