Dicoret KPU, hari ini Khofifah lapor ke DKPP

Jum'at, 19 Juli 2013 - 16:55 WIB
Dicoret KPU, hari ini...
Dicoret KPU, hari ini Khofifah lapor ke DKPP
A A A
Sindonews.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur, Khoffifah Indar Parawansa yang telah dicoret sebagai peserta pemilihan gubernur (Pilgub) oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Jawa Timur, hari ini melaporkan kasusnya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Kuasa Hukum Khoffifah, Anwar Rahman, yang telah datang lebih dulu mengatakan, kliennya memastikan akan datang langsung untuk melakukan pengaduan terkait pencoretan sebagai peserta pilgub ke DKPP.

"Ibu, kita denger lagi di perjalanan menuju ke sini (DKPP). Beliau baru nyampe jalan Gajah Mada," ujar Anwar, di ruang pengaduan, Kantor DKPP, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Menurutnya, sebagai kuasa hukum, dirinya telah mendaftarkan kasus tersebut ke DKPP sejak Rabu kemarin. Pada intinya, kata dia, Undang-undang pemilu menegaskan, parpol tidak diperbolehkan mendaftarkan dua nama untuk satu parpol.

"Sudah kita daftarkan ke DKPP hari Rabu kemarin. Intinya dalam Undang-Undang, parpol tidak bisa mendaftarkan dua pasangan calon secara bersamaan," paparnya.

Dia menuturkan, dalam kasusnya, KPUD Jawa Timur menemukan dua nama pasangan yang sama atas nama Khoffifah dan Soekarwo dalam satu partai. Sehingga, KPU tidak bisa meloloskan Pasangan Khoffifah-Herman karena partai yang didaftarkan sebelumnya menarik dukungan.

"14 Mei sudah mendaftarkan Khoffifah dan diterima KPU, tapi 19 Mei KPU menerima lagi pendaftaran parpol yang sama atas nama Soekarwo," jelasnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menggugurkan pasangan Khofifah - Herman sebagai peserta Pilgub Jatim. Hal itu dipustuskan karena jumlah dukungan partai yang dimiliki Khofifah dinilai belum memenuhi batas minimal, yaitu 15 persen.

Mengingat PKB yang menjadi pendukung utama pasangan ini tidak memiliki jumlah suara minimal sehingga, harus berkoalisi dengan partai lain. Di luar itu, dua partai yang mendukung Khofifah-Herman yakni Partai Kedaulatan dan PPNUI, pecah sehingga mencabut dukungannya.

Sebelumnya, Khofifah menjelaskan bahwa, perpecahan kepengurusan di dua partai itu karena adanya sabotase politik dan intrik yang dilakukan pasangan Cagub-Cawagub yang jadi kompetitornya sudah tidak fair lagi.
(rsa)
Berita Terkait
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Bawaslu Jatim Tegaskan...
Bawaslu Jatim Tegaskan Tak Ada Larangan Warga Kampanye Menangkan Kotak Kosong
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
15.539 Personel Dikerahkan...
15.539 Personel Dikerahkan Polda Jatim untuk Amankan Pilkada Serentak
Berita Terkini
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
6 menit yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
46 menit yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
55 menit yang lalu
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
2 jam yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
2 jam yang lalu
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved