UMY gratiskan 5 santri kuliah kedokteran

Rabu, 17 Juli 2013 - 05:30 WIB
UMY gratiskan 5 santri...
UMY gratiskan 5 santri kuliah kedokteran
A A A
Sindonews.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa kurang mampu. Kali ini, beasiswa program studi pendidikan dokter tersebut diberikan bagi lima orang santri kurang mampu, dari panti asuhan dan pondok pesantren Muhammadiyah/Aisyiyah.

"Program beasiswa ini telah memasuki tahun ketiga di 2013. Pada tahun pertama, beasiswa baru untuk tiga orang. Tetapi pada tahun berikutnya, kami tingkatkan menjadi lima orang," ujar Direktur Eksekutif Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter UMY dr Dirwan Suryo Soularto, kepada wartawan, kemarin.

Penerima beasiswa tahun ini, semuanya perempuan. Mmasing-masing Himatul Mahmudah asal Ponpes At-Taqwa Muhammadiyah Kranji Paciran Lamongan, Fauziyah Rifdah Dhia Rani dan Arifah Azizah asal PAY Aisyiyah Dhuafa Muhammadiyah Sempor Kebumen, Anastasari asal Ponpes Yatim Muhammadiyah Al-Maun Kasihan Bantul, dan Rizka Ulfatin Arifah asal PA Muhammadiyah Candimulyo Magelang.

"Lima nama tersebut merupakan hasil seleksi dari enam puluh orang pendaftar. Tahapan seleksi berupa seleksi berkas, computer based test, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tes kesehatan mental, dan terakhir wawancara," bebernya.

Dijelaskan Dirwan, kelima santri tersebut memperoleh beasiswa penuh selama masa perkuliahan dalam bentuk pembiayaan SPP dan DPP (Dana Pengembangan Pendidikan), biaya hidup Rp1juta perbulan, uang buku Rp700.000 persemester, serta biaya penelitian Rp3juta.

"Selain memperoleh hak-hak tersebut, lima santriwati itu diwajibkan melaporkan perkembangan studi minimal tiga kali persemester kepada dosen pembimbing akademik, sanggup mengikuti proses pembelajaran, menunjukkan prestasi optimal, dan sanggup mengabdi diamal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan setelah lulus," paparnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMY Sri Atmaja P Rosyidi berharap, program beasiswa dengan dana murni dari Muhammadiyah tersebut dapat diberikan secara berkelanjutan.

"Jika mampu terus diberikan selama sepuluh tahun, maka kita akan memiliki paling tidak, lima puluh orang dokter yang pasti siap mengabdi untuk masyarakat," katanya.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
6 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved