4 kecamatan di Bone terendam banjir

Selasa, 16 Juli 2013 - 04:26 WIB
4 kecamatan di Bone...
4 kecamatan di Bone terendam banjir
A A A
Sindonews.com - Intensitas curah hujan tinggi mengakibat sungai walannae yang berada di poros Bone-Wajo meluap. Sedikitnya, 4 Kecamatan terendam banjir yakni kecamatan Ajangale, Dua Boccoe, Tellu Siattingnge dan Awangpone, mengakibatkan masyarakat panik dan dievakuasi sejak dini hari hingga sore, Senin, (15/7/2013).

Lokasi banjir terparah di Kelurahan Pompanua Kecamatan Ajangale dengan ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Banjir kiriman dari Sungai Walannae ini merendam ratusan rumah warga, badan jalan, perkantoran serta gedung sekolah. Para siswa yang masuk hari pertama sekolah juga terpaksa diliburkan.

Korban banjir, Rusman kepada Koran SINDO, mengatakan jika rumahnya digenangi air hingga membuat sebagian keluarganya mengungsi dini hari pukul 01.00, Wita. Hingga sore harinya kemarin, air tetap belum turun dan masih melakukan pembersihan dari kotoran sampah.

"Rumah saya berada dikantor lurah Pompanua, kami semua khwatair karena hujan tak pernah berhenti" ujarnya.

Dikecamatan Dua Boccoe, ratusan rumah juga terendam banjir seperti di desa Uloe, desa Tocina dan desa Pakkasalo. Warga yang berlokasi di poros jalan dipesisir sungai Walannae terpaksa mengungsi ke desa tetangga lantaran khawatir banjir akan mengenangi rumah mereka. Bahkan dibebera sekolah seperti SMPN 1 Dua Boccoe, SDN 23 Uloe terpaksa diliburkan.

Kepala UPTD Pendidikan Dua Boccoe, Drs Thamrin, mengatakan bahwa jika dirinya melakukan pantauan ke sekolah-sekolah yang terkena banjir. Dia mengimbau seluruh jajaran sekolahnya jika air mengenai sekolahnya diliburkan hingga betul-betul normal kembali.

"Saya tadi ke sekolah melihat kondisi banjir yang belum surut, jika besok masih saja terjadi tetap kita liburkan sambil membersihkan sampah kiriman air yang masuk ke sekolahnya," ujar Thamrin melalui via ponselnya, Senin, (15/7).

Sementara di desa Lea Kecamatan Tellu Siattingnge, lokasi warga yang berada di pesisir sungai walannae cukup memperihatinkan, ketinggian air mencapai 3-4 meter yang berada dibawah rumah panggungnya sehingga akses darat seperti mobil tidak bisa diakses dan hanya menggunakan perahu nelayan sebagai alat transportasi.

Di kecamatan Awangpone, akses jalan desa yang menghubungkan desa Cakke Bone dan Desa Kading mengakibatkan jalan tergenang air akibat sungai Larappi meluap. Para pengendara motor tidak bisa melaluinya hingga harus menunggu surutnya air.

Kepala Badan Search And Rescue (SAR) Kabupaten Bone, Andi Sultan, mengatakan banjir ada dimana-mana dan intens melakukan pemantauan. Selain itu, selama beberapa hari terakhir ini belum menemukan adanya korban jiwa.
(maf)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
19 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
36 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
54 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved