Terungkap, belasan ABG Jembrana jadi korban human trafficking

Senin, 15 Juli 2013 - 05:00 WIB
Terungkap, belasan ABG...
Terungkap, belasan ABG Jembrana jadi korban human trafficking
A A A
Sindonews.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali, menemukan kasus perdagangan Anak Baru Gede (ABG) di Kabupaten Jembrana, Bali. Perdagangan anak (human trafficking) tersebut ternyata dilakukan oleh warga asing asal Jepang.

Investigasi yang dilakukan dua lembaga tersebut dilakukan selama enam bulan. Terungkap, jika kasus perdagangan para ABG itu dilakukan secara terorganisir dan korbannya semua pelajar SMP dan SMA.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama Ketua Pokja LPA Jembrana Made Sueca Antara menelusuri ke beberapa korban dan keluarganya.

"Sebagian besar korbannya diberi iming-iming uang antara Rp5 juta sampai Rp10 juta dalihnya untuk membantu biaya berobat orang tua sampai untuk biaya sekolah," ujar Made Sueca, saat dihubungi, Minggu (14/7/2013) malam.

Para remaja belia ini, dikatakannya, tergiur mendapatkan uang dengan lebih dahulu diajak berhubungan intim dengan pria asal Jepang itu.

Tidak hanya itu, dari bukti-bukti dan keterangan yang didapat, Sueaca mengindikasikan kuat terjadinya praktek jual beli terhadap ABG ini kepada warga asing lainnya.

Hal sama disampaikan Aris Merdeka Aris jika melihat pengakuan Korban setelah diajak berhubungan intim, pelaku kemudian memotret korban dengan pose bertelanjang dada.

“Kalau sampai memfoto korban dengan kondisi seperti itu indikasinya mengarah ke perdagangan anak. Sebab, foto-foto dengan pose seperti itu bisa saja disebar kepada orang lain untuk mencari pelanggan," imbuhnya.

Menurut Aris, dengan tindakan pelaku seperti itu semestinya sudah bisa langsung dijerat hukum UU Perlindungan Anak.

“Mau kau beli beparapun, yang jelas korbannya di bawah umur tetap harus dihukum,” tegasnya.

Yang membuatnya miris, pelaku dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan jasa orang-orang terdekat korban, seperti bibi dan orang tuanya.

Atas temuan itu, Aris berencana menindaklanjuti kasusnya ke ranah hukum guna menyelamatkan masa depan anak-anak Jembrana dan anak-anak Indonesia umumnya.

"Saya ke datang di Bali untuk memastikan kebenaran kasus tersebut. Bahwa memang telah terjadi human trafficking di Jembrana secara terstruktur," tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Miris! Perdagangan Manusia...
Miris! Perdagangan Manusia Berkedok Warung Kopi, 18 Wanita Disekap
Penyelundup Manusia...
Penyelundup Manusia Manfaatkan Krisis Global Saat Pandemi Covid-19
Polda Kepri Selamatkan...
Polda Kepri Selamatkan 5 Wanita yang Dijadikan Penari Antarpulau
Bocah Diculik-Ditukar...
Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas Bisa Masuk Kategori Perdagangan Manusia
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Dunia
Viral WNI Disekap di...
Viral WNI Disekap di Myanmar, Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
40 menit yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
48 menit yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
1 jam yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
2 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
2 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved