Gara-gara petasan, warga Makassar kritis ditikam

Minggu, 14 Juli 2013 - 20:25 WIB
Gara-gara petasan, warga...
Gara-gara petasan, warga Makassar kritis ditikam
A A A
Sindonews.com - Limbas (28), warga Jalan Tidung Mariolo Kec Rappocini harus dilarikan ke RS Grestelina Makassar setelah ditikam oleh tetangganya sendiri, Sabtu (13/7) malam lalu.

Dia mengalami dua luka bacok senjata tajam di bagian punggungnya, akibat meledakkan beberapa pesatan di sekitar tempat tinggalnya.

Informasi yang dihimpun SINDO, sejumlah tetangga menegur Limbas untuk tidak lagi bermain petasan, karena dianggap mengganggu warga yang hendak beristirahat. Namun, teguran tersebut membuat Limbas naik pitam, dan melakukan penyerangan ke rumah Pati Daeng Sabi (54).

Limbas dan beberapa rekannya juga melakukan pengrusakan sejumlah kaca jendela dan pintu rumah tetangganya menggunakan batu dan balok kayu.

Tak terima hal itu, menantu Pati Daeng Sabi, Rudi (24), keluar dengan menenteng parang panjang dan langsung mengarahkan ke punggung Limbas sebanyak dua kali.

Sejumlah warga sekitar yang melihat insiden itu, kemudian berusaha melerai dan membawa Limbas ke RS Grestelina untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas Polsekta Rappocini yang turun ke TKP, mengamankan Rudi beserta barang bukti parang yang dipakainya untuk membacok tetangganya.

"Kami masih selidiki kasusnya. Tapi dari informasi di TKP, insiden ini berawal dari permainan petasan," kata Kanit Reskrim Polsekta Rappocini Iptu A Haris, Minggu (14/7/2013).

Sementara itu, dari hasil interogasi kepolisian kepada Rudi, dia mengaku terpaksa membacok Limbas karena mengamuk dan merusak rumah mertuanya.

"Saya hanya membela diri pak. Dia masuk ke rumah dan mengancam saya dengan baik. Dari pada saya yang mati, sehingga saya ambil parang," dalihnya.

Rudi menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini selama Ramadan, sudah banyak warga di Jalan Tidung Mariolo yang merasa terganggu oleh petasan yang diledakkan oleh Limbas dan rekan-rekannya.

"Kami ini hanya meminta untuk tidak main petasan pak, justru dia mengamuk dan merusak rumah. Makanya kami tidak terima dan terpaksa melukainya," pungkasnya.

Beberapa warga Jalan Tidung Mariolo mengatakan, Limbas diketahui selama ini kerap terlibat aksi premanisme dan pencurian, sehingga beberapa kali harus mendekam di tahanan kepolisian. Hingga siang tadi, Limbas masih menjalani perawatan intensif di RS Grestelina Makassar.

Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengancam memidanakan pengedar dan pemain petasan yang tertangkap tangan selama bulan suci Ramadan ini.

Bagi mereka yang tertangkap, terancam dijerat Undang-Undang Darurat dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.
(rsa)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved