Dicekoki obat tidur, ABG diperkosa ayah tiri
Rabu, 10 Juli 2013 - 20:04 WIB
Dicekoki obat tidur, ABG diperkosa ayah tiri
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Resort kota (Polresta) Depok membekuk AS (580 karena memperkosa anak tirinya hingga hamil delapan bulan. Setiap kali beraksi, korban selalu dicekoki obat tidur hingga pelaku leluasa menggagahi korban.
RE, seorang remaja siswi SMA di Bojonggede, Kabupaten Bogor kii diketahui sedang hamil delapan bulan. Warga Kampung Pulo RT02/02, Kedung Waringin, Bojonggede, Bogor itu diduga hamil karena diperkosa ayah tirinya, pada April 2013.
AS pun kini meringkuk dijeruji besi atas perbuatannya tersebut. Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko membenarkan kejadian tersebut.
"Kejadiannya sudah lama. Saat ini sedangkan dilakukan pemeriksaan saksi tambahan sesuai dengan petunjuk Kejaksaan," katanya kepada wartawan, Rabu (10/7/2013).
Achmad menjelaskan, modus tersangka adalah ketika korban hendak tidur bersama ibunya, AS terlebih dahulu memberikan obat tidur kepada RE.
Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Ronald Purba mengatakan ayah tiri korban yang merupakan karyawan swasta tersebut sudah ditangkap di rumahnya. Namun kedua temannya, hingga kini masih dalam perburuan.
"Kasus ini masih dalam pengembangan, masih kami selidiki," tegasnya.
RE, seorang remaja siswi SMA di Bojonggede, Kabupaten Bogor kii diketahui sedang hamil delapan bulan. Warga Kampung Pulo RT02/02, Kedung Waringin, Bojonggede, Bogor itu diduga hamil karena diperkosa ayah tirinya, pada April 2013.
AS pun kini meringkuk dijeruji besi atas perbuatannya tersebut. Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko membenarkan kejadian tersebut.
"Kejadiannya sudah lama. Saat ini sedangkan dilakukan pemeriksaan saksi tambahan sesuai dengan petunjuk Kejaksaan," katanya kepada wartawan, Rabu (10/7/2013).
Achmad menjelaskan, modus tersangka adalah ketika korban hendak tidur bersama ibunya, AS terlebih dahulu memberikan obat tidur kepada RE.
Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Ronald Purba mengatakan ayah tiri korban yang merupakan karyawan swasta tersebut sudah ditangkap di rumahnya. Namun kedua temannya, hingga kini masih dalam perburuan.
"Kasus ini masih dalam pengembangan, masih kami selidiki," tegasnya.
(ysw)