Berantas parkir liar, Jaktim terapkan push & pull
Rabu, 10 Juli 2013 - 08:03 WIB
Berantas parkir liar, Jaktim terapkan push & pull
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menekan lokasi parkir liar, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menerapkan sistem push & pull. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi parkir di badan jalan yang sibuk.
Dalam penerapan push & pull, Suku Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sistem ini diterapkan di jalan yang sibuk, seperti di area Polres Jakarta Timur, Matraman, sebagian Jalan Jatinegara Timur, dan sebagian Jalan Jatinegara Barat.
"Selain pengaturan waktu, kami juga menggunakan sistem push dan pull (mendorong dan menarik)," ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Mirza kepada Sindonews, Selasa 9 Juli 2013.
Sistem ini, lanjutnya, dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP sebagai bagian yang menarik (pull) para pengendara mobil atau motor agar kemudian didorong (push) ke ruang atau lahan parkir yang telah disediakan oleh Sudin Perhubungan Jakarta Timur.
"Lahan parkir yang disediakan ada di PGJ, Pasar Mester, seberang PGJ, dan Pasar Rawa Bening," ujarnya.
Untuk kapasitas sendiri, di PGJ dan Pasar Mester dapat menampung kurang lebih 1.000 mobil dan 2.000 motor.
Dalam penerapan push & pull, Suku Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sistem ini diterapkan di jalan yang sibuk, seperti di area Polres Jakarta Timur, Matraman, sebagian Jalan Jatinegara Timur, dan sebagian Jalan Jatinegara Barat.
"Selain pengaturan waktu, kami juga menggunakan sistem push dan pull (mendorong dan menarik)," ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Mirza kepada Sindonews, Selasa 9 Juli 2013.
Sistem ini, lanjutnya, dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP sebagai bagian yang menarik (pull) para pengendara mobil atau motor agar kemudian didorong (push) ke ruang atau lahan parkir yang telah disediakan oleh Sudin Perhubungan Jakarta Timur.
"Lahan parkir yang disediakan ada di PGJ, Pasar Mester, seberang PGJ, dan Pasar Rawa Bening," ujarnya.
Untuk kapasitas sendiri, di PGJ dan Pasar Mester dapat menampung kurang lebih 1.000 mobil dan 2.000 motor.
(ysw)