Gempa Aceh karena ada sobekan besar di Sumatra

Sabtu, 06 Juli 2013 - 06:14 WIB
Gempa Aceh karena ada...
Gempa Aceh karena ada sobekan besar di Sumatra
A A A
Sindonews.com - Gempa selalu menjadi momok yang menakutkan. Bukan lantaran getarannya, melainkan dampak yang diakibatkan dari gempa tersebut.

Berkaca dalam kasus gempa 6,2 Skala Richter (SR) di wilayah Aceh, Selasa (2/7/2013) pukul 14.37 WIB, banyak korban berjatuhan dalam peristiwa tersebut. Ada beberapa hal yang disebutkan menjadi faktor mengapa banyaknya korban dalam gempa tersebut.

Menurut Ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Subagyo Pramumijoyo, gempa bumi di wilayah Aceh terjadi karena pergeseran Patahan Sumatra atau Semangko.

"Ada dua sobekan besar yang sejajar memanjang di Pulau Sumatra. Sobekan pertama adalah zona subduksi yang memanjang di Laut Samudra Hindia sepanjang bagian barat Sumatra. Sobekan kedua adalah Patahan Sumatra atau Semangko yang memanjang di tengah daratan Sumatra," jelas Subagyo kepada Sindonews, Sabtu (6/7/2013).

Menurut Subagyo, gempa darat yang disebabkan patahan itu sangat dangkal, hanya pada kedalaman 10 kilometer, sehingga memicu efek getaran sangat besar dan dapat mengguncang lapisan bumi dengan kuat, walaupun magnitude-nya kecil.

Sesar patahan Sumatra tersebut pun dikatakannya sebenarnya tak sehebat yang terjadi di Padang, dan Mentawai.

"Namun karena titik pergeseran yang dangkal menyebabkan mudahnya merusak rumah yang berada di atasnya. Makanya banyak korban yang berjatuhan karena tertimpa bangunan. Itu karena aplifikasi gelombang gempa di permukaan besar, ditambah tanah yang tidak stabil, makanya ada kejadian tanah longsor," jelasnya.

Menurutnya, warga juga diminta waspada terhadap gempa dan bencana susulan. Pasalnya, gempa susulan yang sering terjadi beberapa kali di wilayah yang terhantam gempa dianggap sangatlah berbahaya.

"Gempa utama atau pertama kali memang biasanya tidak merobohkan langsung, sifatnya, gempa utama itu hanya membuat retakan-retakan, namun ketika ada gempa susulan, meskipun kecil bisa otomatis langsung merobohkan, karena sifatnya simultan dengan gempa awal," tutupnya.
(rsa)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Apakah Aplikasi Pendeteksi...
Apakah Aplikasi Pendeteksi Gempa Benar-Benar Berfungsi?
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
2 Kali Gempa Besar Guncang...
2 Kali Gempa Besar Guncang Banten Terjadi Hari Jumat, Netizen Langsung Teringat Kiamat
Dilanda Kepanikan Saat...
Dilanda Kepanikan Saat Gempa, Karyawan Walkot Jaksel Diminta Keluar Gedung
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved