Ahok: Kenaikan tarif molor, sopir jadi nombok
Kamis, 04 Juli 2013 - 19:21 WIB
Ahok: Kenaikan tarif molor, sopir jadi nombok
A
A
A
Sindonews.com - Belum jelasnya kenaikan tarif angkutan kota (angkot) di Jakarta membuat sejumlah sopir merugi. Mereka harus memberi setoran baru padahal tarif angkot belum diketok palu DPRD DKI.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akibat keterlambatan ketok palu ini membuat awak angkutan umum merugi hingga Rp80 ribu per hari.
"Masa mereka harus nombok Rp80 ribu kan kasihan. Makanya Organda kan minta agar kenaikan tarif jangan ditunda, karena daerah lain sudah ada yang putuskan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Ahok tak tahu mengapa DPRD lambat memutuskan soal kenaikan tarif. Yang diketahuinya, lambannnya keputrusan DPRD karena mereka meminta perbaikan pelayanan. Padahal sejak awal Gubernur Jokowi sudah menyatakan akan memperbaiki secara bertahap.
"Enggak ada yang berani minta (kompensasi) sama kita. Mana kita tahu, tanya saja sama dia (M.Sanusi Ketua fraksi Gerindra di DPRD)," katanya.
Lambatnya persetujuan DPRD, kata dia, akan membebani sopir angkot. Karena jika tidak dinaikan maka tiap hari akan ada tilang bagi angkutan umum yang menaikkan tarif secara sepihak.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akibat keterlambatan ketok palu ini membuat awak angkutan umum merugi hingga Rp80 ribu per hari.
"Masa mereka harus nombok Rp80 ribu kan kasihan. Makanya Organda kan minta agar kenaikan tarif jangan ditunda, karena daerah lain sudah ada yang putuskan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Ahok tak tahu mengapa DPRD lambat memutuskan soal kenaikan tarif. Yang diketahuinya, lambannnya keputrusan DPRD karena mereka meminta perbaikan pelayanan. Padahal sejak awal Gubernur Jokowi sudah menyatakan akan memperbaiki secara bertahap.
"Enggak ada yang berani minta (kompensasi) sama kita. Mana kita tahu, tanya saja sama dia (M.Sanusi Ketua fraksi Gerindra di DPRD)," katanya.
Lambatnya persetujuan DPRD, kata dia, akan membebani sopir angkot. Karena jika tidak dinaikan maka tiap hari akan ada tilang bagi angkutan umum yang menaikkan tarif secara sepihak.
(ysw)