2 SMKN di Makassar diduga lakukan pungli PSB

Kamis, 04 Juli 2013 - 12:33 WIB
2 SMKN di Makassar diduga...
2 SMKN di Makassar diduga lakukan pungli PSB
A A A
Sindonews.com - Dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Makassar, diduga melakukan pungutan liar (pungli) saat pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB). Kedua sekolah itu, masing-masing SMKN 1 Makassar, di Jalan Andi Manggerangi dan SMK Negeri 8 Makassar, di Jalan Mongingsidi.

Anggota Komisi Ombudsman RI Perwakilan Sulsel Aswiwin mengatakan, kedua sekolah tersebut memungut uang kesehatan kepada setiap calon siswa. Adapun, besarnya pungutan senilai Rp25 ribu perorang.

“Ini temuan kami langsung di lapangan kemarin. Kami sangat menyayangkan juga masih ada pungutan seperti ini. Padahal, Dinas Pendidikan Kota Makassar sudah mengeluarkan edaran larangan pungli PSB,” ungkap Aswiwin, di kantor Ombudsman, Makassar, Kamis (4/7/2013).

Selain dikedua SMK tersebut, Ombudsman juga menemukan penahanan akte kelahiran asli calon siswa di SD IKIP Makassar. Hanya saja, sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui motif penahanan yang dilakukan pihak sekolah.

Karena itu, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah kepala sekolah terkait, serta pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar, untuk mendengarkan penjelasan mengenai masalah ini.

Diketahui, dalam PSB tahun ini, selain membuka posko pengaduan, Komisi Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan, juga turun langsung ke lima kabupaten/kota di Sulsel, untuk melihat langsung proses penerimaan siswa baru (PSB). Adapun kelima kabupaten kota itu adalah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, dan Kabupaten Pangkep.

Dikonfirmasi, Kepala SMKN 1 Makassar Abdul Wahab Habbe tidak menampik adanya pungutan tersebut. Akan tetapi, menurut dia, sekolah kejuruan memang mensyaratkan adanya pemeriksaan kesehatan. Karena itu, pihaknya membebankan kepada siswa biaya kesehatan itu.

“Ini juga berlaku di semua SMK di Makassar. Karena ada petunjuk teknis tentang pemeriksaan kesehatan. Biaya yang dipungut itu biaya dokter,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sekolah belum menerima kucuran dana pendidikan gratis dari pihak pemerintah. Padahal, biasanya anggaran itu sudah masuk kerekening sekolah pada bulan tiga. “Makanya dibebankan ke siswa,” katanya.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
42 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved