BLSM, untuk biaya pendaftaran sekolah cucu

Kamis, 04 Juli 2013 - 01:30 WIB
BLSM, untuk biaya pendaftaran...
BLSM, untuk biaya pendaftaran sekolah cucu
A A A
Sindonews.com - Munzaenab, seorang nenek berusia 70 tahun duduk berada di antara deretan pengantre penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kantor Pos Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, kemarin.

Dengan mengenakan baju batik dan penutup kepala warna hitam, Munzaenab menunggu giliran penyerahan berkas penerima BLSM. Tubuhnya yang renta tidak menjadi alasan dia untuk meminta kompensasi proses pengantrean.

Selama hampir setengah jam, dia baru mendapat kesempatan membubuhkan tanda tangan di atas kertas yang disediakan panitia. Selanjutnya, dia menerima amplop berisi data dan uang senilai Rp300.000.

Nenek yang bermukim di Dusun Plandi RT 1 RW 1 Kelurahan Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang ini berucap syukur saat Koran SINDO menghampirinya.

"Saya sangat bersyukur bisa menerima uang bantuan ini," katanya dengan berbahasa Jawa.

Bantuan pemerintah dalam bentuk uang ini merupakan kali pertama dia terima. Sebab, dia tidak memiliki tempat tinggal tetap.

"Ini yang pertama, kalau sebelumnya ada uang bantuan selalu tidak dapat karena tidak masuk daftar. Saya kan tidak punya rumah," lanjutnya.

Saat ini, Munzaenab tinggal bersama Kika Rosalia, cucunya yang baru saja lulus SD. Sedangkan orangtua Kika sudah cerai dan hidup sendiri.

"Bapaknya Kika namanya Mawardi. Sejak bercerai, keduanya tidak hidup dengan saya," paparnya.

Sehari-hari, Munzaenab tidak memiliki pekerjaan tetap. Biasanya, dia mendapat pemasukan Rp1.000 hingga Rp5.000 per hari.

"Kerjanya buruh mengupas kacang dan dikasih Rp1.000 per kilogram. Selain itu, saya mencari kayu dan dijual kepada tetangga, paling banyak dibeli dengan harga Rp5.000," ungkapnya.

Pendapatan yang sangat minim, dia masih berupaya membantu cucunya dalam mengenyam pendidikan.

"Uang yang didapat hari ini, ya untuk kebutuhan hari ini. Besok nyari lagi. Kalau ada sisa untuk membantu sekolah cucu," imbuhnya.

Untuk itu, BLSM yang diterimanya rencananya akan digunakan sebagai biaya pendaftaran Kika di MTs (Madrasah Tsanawiyah). Sisanya, akan digunakan untuk biaya pengobatan sakit gondok yang diderita sejak tahun 1974.

"Kebetulan pas mau mendaftarkan cucu di MTs. Sisanya akan saya bawa ke dokter untuk mengobati gondok saya," urainya.

Diceritakannya, pengambilan BLSM dilakukannya sendiri tanpa ada yang mengantar. Dia rela naik angkutan desa dari rumahnya menuju Kantor Pos dengan biaya Rp1.500.

Sementara, cerita berbeda diutarakan Miah (45) seorang janda di Dusun Kragilan, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Dia tidak terdaftar sebagai penerima program bantuan sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM ini. Padahal, dia hidup serba kekurangan. Bahkan, sehari-hari dia menumpang di rumah milik orang lain.

"Saya tidak tahu soal BLSM," tandas Miah.
(lns)
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
26 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved