Gubernur minta lokasi Bandara Bali segera diputus

Selasa, 02 Juli 2013 - 14:08 WIB
Gubernur minta lokasi...
Gubernur minta lokasi Bandara Bali segera diputus
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika, enggan terlibat dalam penentuan lokasi pembangunan bandara di Bali Utara, lantaran tidak ingin ada benturan kepentingan.

Tidak hanya dirinya, Pastika juga menegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnayana, tidak akan terlibat penentuan lokasi bandara yang saat ini masih dalam pembahasan tim kecil.

Dalam tim kecil tersebut, dia dan Bupati Suradnyana, tidak boleh terlibat langsung untuk menghindari konflik kepentingan. Tim itu terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Bappeda Kabupaten Buleleng, Biro Ekbang Bali, serta beberapa lembaga lain yang terkait.

"Tim kecil ini segera bekerja mulai sekarang. Saya harap 7 Juli sudah ada hasil di mana lokasi persisnya,“ ujar Pastika saat rapat koordinasi pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara, di Gedung Wiswa Sabha Denpasar, Selasa (2/7/2013)).

Sejauh ini, dua lokasi paling disebut-sebut layak sebagai tempat pembangunan bandara di Bali Utara, terletak di Kecamatan Kubutambahan dan Gerokgak. Pihaknya meminta, tim kecil melakukan kajian menyeluruh terkait lokasi dan diharapkan bisa dipercepat.

Bahkan, dia memberi dateline selama sampai lima hari ke depan, untuk menyelesaikan kajian di mana lokasi yang layak berdasarkan beberapa kajian feasibilitynya. Sebab, Pastika akan segera melaporkan hasilnya soal lokasi bandara kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Segera tentukan dua lokasi itu, mana yang harus dipakai. Kalau tim ini tidak berhasil saya akan pakai cara buang koin saja, biar Ida Batara (Tuhan) yang akan menentukan sendiri dimana lokasi persisnya," selorohnya.

Diketahui, sejauh ini investor PT Pembangunan Bali Mandiri telah memaparkan bahwa secara teknis, tidak mudah untuk diwujudkan di Kubutambahan dan Gerokgak.

Hanya saja, dua lokasi ini dinilai paling visible dan mendekati kesesuaian dengan 8 persyaratan pembangunan bandara yang disampaikan Kementerian Perhubungan.

Adapun delapan aspek itu meliputi ekonomis, finansial, sosial, pengembagan wilayah dan kesesuain dengan RTRW, kelayakan teknis pembangunan, kelayakan operasional, kelayakan lingkungan, dan kelayakan usaha angkutan udara.

Dua lokasi ini, sambung Pastika, dinilai paling visible sehingga tim harus segera cepat menentukan lokasi mana yang akan dibangun.
(san)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Berita Terkini
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
38 menit yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
49 menit yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
1 jam yang lalu
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
2 jam yang lalu
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
2 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved