Pelajar gagal ikut UN, Disdik Bogor akui salah
Selasa, 02 Juli 2013 - 13:05 WIB
Pelajar gagal ikut UN, Disdik Bogor akui salah
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mengakui telah terjadi kesalahan terkait gagalnya 67 pelajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Jannah, Bojonggede, Kabupaten Bogor mengikuti Ujian Nasional (UN) kesetaraan yang dilaksanakan mulai Senin - Kamis ini.
Bahkan pihak Disdik Kabupaten Bogor siap bertanggungjawab agar para peserta wajib belajar kejar paket A (SD), B (SMP) dan C (SMA), untuk mengikut UN tahun depan.
"Ya kita akui ada masalahan di pendataan, tapi kita bersama PKBM Nurul Jannah sepakat mengikutsertakan mereka dalam UN kesetaraan tahun depan," kata Humas Disdik Kabupaten Bogor Rony Sukmaya, Selasa (2/7/2013).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihak PKBM Nurul Jannah tidak mau memanfaatkan batas waktu toleransi pendaftaran atas siswa didiknya untuk mengikut UN kesetaraan.
"Tapi berdasarkan kesepakatan, pihak PKBM harus menjelaskan kepada orangtua siswanya terkait kronologi gagalnya ujian kesetaraan, karena tidak ada ujian kesetaraan susulan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak 69 pelajar kejar paket A (SD), B (SMP), C (SMA) dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Jannah, Bojonggede, Kabupaten Bogor mennyambangi kantor Bupati Bogor, di Komplek Pemkab, Cibinong, Selasa (2/7/2013).
Berdasarkan pantauan, mereka membawa sejumlah poster berisikan tuntutan agar diikutsertakan dalam Ujian Nasional (UN) kesetaraan yang dilaksanakan mulai 1-4 Juli 2013. 'UN sekarang juga harga mati', 'kami siap UM', 'koq kami tak bisa UN', 'jangan putuskan harapan kami', 'kami masih punya cita-cita', dan 'jangan zolimi kami'.
Bahkan pihak Disdik Kabupaten Bogor siap bertanggungjawab agar para peserta wajib belajar kejar paket A (SD), B (SMP) dan C (SMA), untuk mengikut UN tahun depan.
"Ya kita akui ada masalahan di pendataan, tapi kita bersama PKBM Nurul Jannah sepakat mengikutsertakan mereka dalam UN kesetaraan tahun depan," kata Humas Disdik Kabupaten Bogor Rony Sukmaya, Selasa (2/7/2013).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihak PKBM Nurul Jannah tidak mau memanfaatkan batas waktu toleransi pendaftaran atas siswa didiknya untuk mengikut UN kesetaraan.
"Tapi berdasarkan kesepakatan, pihak PKBM harus menjelaskan kepada orangtua siswanya terkait kronologi gagalnya ujian kesetaraan, karena tidak ada ujian kesetaraan susulan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak 69 pelajar kejar paket A (SD), B (SMP), C (SMA) dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Jannah, Bojonggede, Kabupaten Bogor mennyambangi kantor Bupati Bogor, di Komplek Pemkab, Cibinong, Selasa (2/7/2013).
Berdasarkan pantauan, mereka membawa sejumlah poster berisikan tuntutan agar diikutsertakan dalam Ujian Nasional (UN) kesetaraan yang dilaksanakan mulai 1-4 Juli 2013. 'UN sekarang juga harga mati', 'kami siap UM', 'koq kami tak bisa UN', 'jangan putuskan harapan kami', 'kami masih punya cita-cita', dan 'jangan zolimi kami'.
(ysw)