120 imigran gelap Timur Tengah ditangkap di Blitar

Senin, 01 Juli 2013 - 13:55 WIB
120 imigran gelap Timur...
120 imigran gelap Timur Tengah ditangkap di Blitar
A A A
Sindonews.com - Dua rombongan bus berisi 120 imigran gelap (ilegal) asal Timur Tengah diamankan di wilayah Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.

Warga asing ini berencana hendak mencari suaka politik di negara Australia melalui pantai selatan Jolosutro, Kecamatan Wates, yang berjarak sekitar 25 km dari Kecamatan Selorejo.

Penangkapan berlangsung di rumah Sumaji, warga Desa Tapak, Kecamatan Selorejo yang diduga sebagai bagian dari sindikat penyalur imigran gelap.

Bersama empat orang imigran gelap Sumaji berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas. Sementara oleh petugas kepolisian, 116 orang imigran ditempatkan di Hotel Holy, Kecamatan Selorejo.

Polisi juga mengamankan warga Indonesia bernama Arif asal Nusatenggara Barat dan Siswanto asal Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Diduga rombongan ini berangkat dari Jakarta melalui jalur darat.

"Informasinya dari Jolosutro rombongan imigran ini akan langsung menuju Australia. Empat orang kabur bersama warga setempat. Saat ini masih dalam pencarian, " ujar Sumamit salah seorang anggota TNI yang sejak semalam melakukan pengamanan, Senin (1/7/2013).

Dari pantauan Sindo di lapangan, imigran yang mayoritas berjenis kelamin laki-laki berusia paruh baya, wanita dan anak-anak tersebut ditempatkan di bagian belakang hotel.

Dari raut wajah yang terlihat mereka nampak kecewa dan sedih. Tidak sedikit yang memilih duduk termenung, meski beberapa diantaranya berjalan-jalan di sekitar lingkungan hotel.

Dari informasi yang dihimpun, selain dari negara Pakistan, beberapa diantaranya berasal dari Afghanistan, Suriah dan Somalia.

Warga asing itu menolak bahkan marah ketika ada orang, termasuk wartawan yang mencoba mengambil gambarnya. Mereka langsung berteriak "no picture" dan "no document" setiap melihat kamera dikeluarkan.

"Karenanya kita disini juga melarang semua yang mengambil secara terang-terangan. Sebab personil kita disini sedikit dan repot juga kalau sampai situasinya tidak kondusif, " terang Sumamit.

Ahmad, seorang imigran asal Suriah dengan bahasa inggris yang cukup dimengerti mengatakan datang ke Indonesia sebagai turis.

Ia memilih melewati negara Indonesia daripada Thailand karena Indonesia dianggap sebagai negara muslim.

"What's Wrong?, I'm Tourist," tuturnya dengan kecewa.

Kendati demikian, Ahmad dan seluruh rekanya mengaku tidak mengantongi selembarpun dokumen resmi kenegaraan.

Sementara itu, hingga kini pihak imigrasi belum bisa dikonfirmasi, termasuk pihak kepolisian.
(lns)
Berita Terkait
Ditjen Imigrasi tangkap...
Ditjen Imigrasi tangkap 17 WN Vietnam Pekerja Klinik Bedah
Kapal Pengangkut Imigran...
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Terbalik di Italia, 40 Hilang
Viral Aksi Joget Mahasiswa...
Viral Aksi Joget Mahasiswa Aceh Usir Ratusan Imigran Gelap Rohingya
Dibawa Kabur Imigran...
Dibawa Kabur Imigran Gelap, Mobil Dinas Rudenim Ditemukan di Masjid
Uni Eropa Setujui Aturan...
Uni Eropa Setujui Aturan Lebih Ketat untuk Tangani Imigran Gelap
10 Fakta Mengerikan...
10 Fakta Mengerikan Rute Gelap Imigran ke Eropa, Seperti Mempertaruhkan Nyawa
Berita Terkini
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
28 menit yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
53 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
2 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
3 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved