Gagal terbangkan jenazah, Bandara NGurah Rai diamuk

Sabtu, 29 Juni 2013 - 11:42 WIB
Gagal terbangkan jenazah, Bandara NGurah Rai diamuk
Gagal terbangkan jenazah, Bandara NGurah Rai diamuk
A A A
Sindonews.com - Gara-gara pesawat yang dijadwalkan membawa jenazah gagal berangkat ke Ende Nusa Tenggara Timur, pihak keluarga mengamuk di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Amarah keluarga almarhum Umar Ola Ratuloly yang meninggal di Makassar, dua hari lalu tak terbendung, karena merasa ditipu oknum di cargo bandara.

Menurut Rahman Sabonama, perwakilan keluarga, kekecewaan mereka berawal saat pihak cargo yang menjanjikan pesawat akan membawa jenazah hari ini. “Jenazah dan dua keluarga kami diterbangkan dari Makassar dengan pesawat Lion,“ ujar Rahman, saat dihubungi, Sabtu (29/6/2013).

Mereka mendarat di Bandara Ngurah Rai, pada Jumat 28 Juni malam dengan pesawat Lion Air. Dari pembicaraan dengan pihak cargo bandara, keluarga almarhum dijanjikan hari ini jenazah dan rombongan akan diberangkatkan ke Ende, dengan Avia Star. Sedangkan keluarga lewat Maumere, dengan Winga Air.

Untuk selanjutnya, jenazah dibawa ke Desa Lamahala, Flores Timur. “Semua biaya sudah dibayar di Makassar untuk cargo jenazah dan 2 tiket,“ kata Rahman menambahkan.

Rupanya, hari ini rombongan jenazah ini tidak jadi diberangkatkan. Kepala Oprs Cargo Ngurah Rai Wayoko beralasan pesawat Avia Air sangat kecil sehingga tidak muat jenazah.

Padahal, dari koordinasi malam sebelumnya, tidak ada masalah dengan hal-hal seperti itu. “Ternyata ditipu, makanya saya ludahi mukanya,“ tukas Rahman berang.

Dikonfirmasi atas kejadian itu Kepala Oprs Cargo Ngurah Rai Wayoko belum banyak memberikan tanggapan. “Sebentar ini masih diurus, tolong jangan dimuat dahulu,“ tukas Wayoko dikonfirmasi terpisah.

‎Diketahui, a​lmarhum Haji Umar Ola Ratuloly, pensiunan guru MTsN Waiwerangn, Flotim, dirujuk dari RSUD Laarantuka ke Makassar untuk operasi ginjal. Usai operasi beberpa jam kemudian meninggal. Almarhum diantar istrinya Jemala dan putranya Bripka Hamka Ratuloly.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1081 seconds (10.55#12.26)