Pemerintah tak serius tangani kabut asap

Kamis, 27 Juni 2013 - 14:14 WIB
Pemerintah tak serius...
Pemerintah tak serius tangani kabut asap
A A A
Sindonews.com - Kabut asap akhir-akhir ini kembali menjadi masalah. Mestinya, hal ini tidak harus terjadi lagi bila penanganannya dapat diseriusi oleh berbagai pihak.

Hal itu diungkapkan Kordinator Galanggang Alam Pertanian Organik (GAPO) Fauzan Azim mengatakan, disela pelaksanaan jambore GAPO di Pusat Belajar Rakyat Petani Organik Kelok Jaya, Balai Salasa, Kenagarian Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Menurutnya, pemerintah harus serius menghadapi masalah ini sejak lama. Namun, bencana serupa terus menerus berulang. Parahnya lagi, pemerintah tidak segera melakukan pemadaman titik api, dan menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan, justru buru-buru meminta maaf kepada negara tetangga.

“Padahal, banyak agenda dalam negeri yang harus selesai untuk penanganannya. Misal dengan membekukan izin perusahaan yang telah berkali-kali ketahuan melakukan pembakakaran hutan dan lahan,” ujarnya, kepada wartawan, di Sumatera, Kamis (27/6/2013).

Senada dengan itu, aktivis lingkungan Rachmadi mengungkap, pelaku pembakaran hutan dan lahan, sudah terpetakan sejak lama. Yang paling besar, kasus ini mengemuka pada tahun 1997-1998, dimana lebih dari sebulan kabut asap menutupi sebagian besar pulau Sumatera dan semenanjung Malaya.

“Tapi sampai sekarang, tidak terlihat tindakan tegas dari pemerintah. Kita justru menjadi terkenal karena setiap musim kemarau selalu menghasilkan asap,” terangnya.

Menurut Rachmadi, Departemen Kehutanan bukan satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap bencana ini. “Ini tanggung jawab semua pihak. Pemerintah harus menjadi pihak yang berdiri paling depan untuk menanganinya,” tandasnya.

Untung saja, lanjutnya, masih ada banyak petani yang juga turut peduli. “Dengan jambore GAPO, petani juga terlibat mendiskusikan masalah serius negara ini. Saya mendukung upaya petani dalam menangani persoalan lingkungan dan sumberdaya alam,” imbuh pria yang juga mantan Direktur Walhi Sumbar ini.

Menurut Fauzan, hal ini sudah menjadi agenda pembahasan dalam diskusi-diskusi GAPO. “Kami mendiskusi berbagai hal terkait dengan perubahan iklim. Bagaimana melakukan adaptasi dan mitigasi. Termasuk masalah kabut asap,” jelas Fauzan.

“Mestinya, suara petani didengar oleh pemerintah. Kembali ke model pertanian yang ramah lingkungan, adalah salah satu solusi pencegahan pembahakarn hutan dan lahan,” papar Fauzan.

Selain itu, Jambore GAPO juga mendiskusikan tentang keberadaan hutan rakyat dan ekosistem laut. Menurut Fauzan, kedua isu ini menjadi penting dalam upaya mengembangkan kegiatan inovasi petani dalam mengelola hutan dan ekosistem laut.

Sebagai petani, lanjutnya, juga membahas tentang pangan sehat berbasis agro ekologi. Petani harusnya adalah kelompok utama yang menikmati pangan sehat. Sumber pangan sehat, mestinya berasal dari pengelolaan agro ekosistem yang terpadu dengan mengagendakan penggunaan bahan-bahan lokal, dan tanpa menggunakan bahan kimia pabrikan.

Jambore GAPO membahas pula tentang pendidikan rakyat dan sekolah lapangan, kehidupan sosial budaya yang organis, serta pengambangan lembaga keuangan mikro.

Agenda bahasan tersebut, menurut Fauzan, telah dirancang dengan matang sehingga diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan berbagai pihak untuk menata kehidupan yang selaras dengan alam.

“Kalau kita hidup selaras dengan alam, kabut asap harusnya tidak menjadi persoalan berkepanjangan,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved