Warga miskin di Bone tak dapat BLSM

Rabu, 26 Juni 2013 - 17:02 WIB
Warga miskin di Bone...
Warga miskin di Bone tak dapat BLSM
A A A
Sindonews.com - Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai subsidi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi polemik ditengah masyarakat Kabupaten Bone. Pasalnya, sejumlah warga miskin mengeluhkan namanya tidak terdata.

Ironisnya, warga bingung dengan tidak adanya posko pengaduan yang tidak tersedia. Seperti di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang berada di pesisir laut. Ratusan warga miskin yang bermata pencaharian nelayan, mengadu ke kantor lurahnya, mempertanyakan namanya tidak terdata dalam penerima BLSM.

Lurah Bajoe Hj Fahidah mengatakan, PT POS Indonesia Watampone langsung membagikan Kartu Pengaman Sosial (KPS) ke kepala lingkungan. Adapun sejumlah nama yang dibagikan belum diketahui karena belum ada laporan yang diterimanya.

Meski demikian, dalam nama-nama penerima KPS itu, ada warga yang mampu diberikan sedang warga miskin tidak terdaftar dan ada juga melaporkan ke Kelurahan memprotes yang seharusnya masuk dalam penerima BLSM.

"Saya hanya minta agar warga bersabar dengan mengatakan kalau itu bukan rejeki. Saya juga pusing karena tidak ada posko pengaduan dan berharap ada penambahan penerima BLSM," ujar Fahidah, kepada wartawan, di Makassar, Rabu (26/6/2013).

Berdasarkan data yang dihimpun di PT POS Indonesia Watampone, jumlah Kartu Pengaman Sosial (KPS) untuk masyarakat Bone mencapai angka 60.000 orang dan dalam proses penyortiran dan pembagian ke masyarakat.

PT POS Indonesia memiliki 5 cabang di 27 Kecamatan Kabupaten Bone yang akan membantu pembagian dana ke penerima BLSM yang diagendakan awal Juli mendatang atau sebelum memasuki bulan puasa.

Manajer Pelayanan PT POS Indonesia Watampone Muhammad Yasir mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya diberikan kewajiban untuk melakukan pembagian langsung KPS kepada warga tanpa diwakili. Dulunya, saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) diwakili camat. Namun, sekarang tidak bisa, dan harus diberikan kepada yang berhak.

"Kita kadang mendapat komplain dari warga yang tidak terdata namanya, tapi sebagai perusahaan kita hanya melakukan pendistribusian KPS dan mencairkan dananya," ujar Yasir di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bone Andi Sadly Rasyid mengatakan, dana untuk program BLSM ini mencapai Rp18 miliar dan telah menyediakan satu petugas setiap kecamatan yakni Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) yang tugasnya melakukan pendampingan ke masyarakat.

"Kita tidak bisa pungkiri masyarakat banyak yang mengadu namanya tidak terdata karena data penerima BLSM sejak tahun 2011 yang dilakukan oleh pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS)," katanya.
(san)
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved