Ketua KPU Jatim dituding terima 'saweran' Rp3 M

Rabu, 26 Juni 2013 - 13:15 WIB
Ketua KPU Jatim dituding...
Ketua KPU Jatim dituding terima 'saweran' Rp3 M
A A A
Sindonews.com - Jelang perhelatan Pilgub Jatim, atmosfer politik terus memanas. Kali ini, Ketua KPU Jatim Andrey Dewanto Ahmad dituding menerima suap senilai Rp3 milliar.

Jumlah tersebut, disebutkan diterima dari salah satu partai politik agar Andrey Dewanto meloloskan dukungannya pada salah satu bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Tudingan itu mencuat setelah salah satu Komisioner KPU Jatim Agus Mahfudz Fauzi mengungkapkan dalam dialog publik dengan tema 'Netralitas KPU terhadap Dualisme Dukungan Pasangan Calon Gubernur Jatim'.

Kata Agus, dalam Pilgub Jatim 2013 muncul dualisme dukungan yakni dari Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI). Dua parpol non parlemen ini melayangkan dukungan kepada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dan Khofifah-Herman (Berkah).

"Kami sudah ke Jakarta untuk menemui jajaran pengurus DPP baik dari PK maupun PPNUI. KPU Jatim bertemu secara terpisah dengan ketua umum dan sekretarisnya. Masing-masing ketua umun dari dua partai ini mendukung BerKah, dan masing-masing sekertarisnya mendukung KarSa. Dan kedua partai mengklaim rekomendasi yang diberikannya, adalah yang sah," kata Agus saat dialog publik tersebut, Rabu (26/6/2013).

Saat itu Ketua Umum DPP PK Denny M Cilah memperdengarkan sebuah rekaman percakapan terkait saweran Rp3 miliar kepada Ketua KPU Jatim. Rekaman tersebut, kata Agus, adalah percakapan antara Denny M Cilah dengan Sekjendnya Restianrick Bachsjirun.

"Restianrick menyebut, Ketua KPU Jatim sudah diberi uang senilai Rp3 miliar melalui seseorang berinisial D dengan tujuan untuk mengatur pencalonan," kata Agus.

Dalam rekaman itu, Restianrick meminta kepada Ketua DPP PK untuk tidak khawatir karena dukungan sudah ada yang mengurus.

"Dan benar atau tidak rekaman ini belum diketahui. Saat di Jakarta ketua umum DPP PK memberi kami rekaman dari handphone-nya yang sudah lama tidak aktif," paparnya.

Tujuh orang yang mendengarkan rekaman suara dari handphone Denny adalah lima komisioner KPU Jatim termasuk Ketua KPU Jatim Andrey Dewanto Ahmad dan dua orang dari Bawaslu Jatim.

Menurut Agus, pihaknya tidak mau berspekluasi terkait benar atau tidaknya rekaman tersebut dan saat ini masih ditelusuri.

"Benar atau tidak itu akan kami telusuri, karena bagaimanapun kami tetap harus menjaga netralitas. Pada sidang pleno nanti, ini akan kami bahas," tukasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Bawaslu Jatim Tegaskan...
Bawaslu Jatim Tegaskan Tak Ada Larangan Warga Kampanye Menangkan Kotak Kosong
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
15.539 Personel Dikerahkan...
15.539 Personel Dikerahkan Polda Jatim untuk Amankan Pilkada Serentak
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kolonel Terima Tanda...
5 Kolonel Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved