Tragis, mantan TKI asal Malaysia hidup dengan kelumpuhan

Senin, 10 Juni 2013 - 21:45 WIB
Tragis, mantan TKI asal...
Tragis, mantan TKI asal Malaysia hidup dengan kelumpuhan
A A A
Sindonews.com - Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Indonesia seolah tidak ada habisnya. Ada yang terlibat kerusuhan, bahkan ada yang pulang dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Seperti yang di alami mantan TKI di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) yang mengalami kelumpuhan setelah terjatuh saat bekerja di Malaysia.

TKI malang tersebut adalah Ainun (40), warga Kelurahan Semarang Kidul, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ainun menderita kelumpuhan dan kerusakan otak akibat terjatuh saat sedang bekerja menjadi TKI.

Kondisi ini terpaksa di biarkan keluarga karena tak memiliki biaya pengobatan. Kedua kaki Ainun tak bisa di gerakan. Untuk sekedar berdiri saja Ainun harus dibantu oleh sang suami. Bahkan, untuk berkomunikasi-pun Ainun kini sulit karena sering merasa pusing dan sakit kepala.

"Saya pulang ke indonesia satu tahun lalu dalam keadaan sakit setelah bekerja selama enam tahun di Malaysia. Saya jatuh dan pulang dengan kondisi seperti ini. Ingin sembuh tapi tidak pernah di bawa ke dokter karena tidak ada biaya," jelas Ainun (10/6/2013).

Sang suami Suyanto (50) hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan Rp15 ribu perhari. Menurutnya, dirinya terpaksa membiarkan istrinya tergolek di tempat tidur karena tak ada biaya untuk berobat.

"Dulu waktu berangkat sehat, pulang sudah seperti ini. saya ingin ada bantuan dari Pemrintah. Saya jelas tak mampu mengobati karena tak ada biaya," keluhnya.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif Migran Institut Dompet Dhuafa Adi Candra, Ainun hanya salah satu potret mantan TKI yang hidup miskin.

"Masih banyak mantan TKI yang di sebut sebagai pahlawan devisa yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Keadaan ini sebenarnya bisa di atasi jika Pemerintah khusunya Pemerintah Daerah miliki program yang mewadahi mantan TKI untuk tetap bisa berkarya," jelas Adi Candra.

Menurutnya, Pemda harus berupaya memberi permbekalan sebelum para TKI berangkat ke tempat tujuan. Seperti cara pengelolaan aset dan juga menyiapkan wadah untuk berkarya bagi mantan TKI.
(rsa)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
5 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
45 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved