Dewan Pendidikan Sulsel: Pusat tak tahu diri!

Sabtu, 01 Juni 2013 - 18:09 WIB
Dewan Pendidikan Sulsel:...
Dewan Pendidikan Sulsel: Pusat tak tahu diri!
A A A
Sindonews.com - Rencana peneraan kurikulum 2013 dinilai Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) terlalu dipaksakan. Disdik menilai kalau pusat tidak tahu diri dengan memaksakan kurikulum baru diberlakukan sementara daerah belum siap menerimanya.

“Pusat harus tahu diri, mau memaksakan kebijakan tapi persiapan belum cukup. Sekolah itu tidak semuanya ada di pusat tapi juga ada di daerah. Ini yang mesti dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Halide di Makassar, Sabtu (1/6/2013).

Menurutnya, untuk bisa menerapkan sebuah kebijakan, perangkat pendukung harus sudah siap. Misalnya, seperti pengadaan buku pelajaran yang menjadi tanggung jawab pusat. Hal ini agar bisa mencapai hasil maksimal dan kebijakan tidak asal-asalan.

“Memang terjadi perubahan signifikan pada kurikulum 2013. Sementara sosialisasi belum dilakukan baik terkait teknis, metodologi, maupun kurikulum tingkat satuan pelajaran (KTSP),” ungkapnya.

Adapun perubahan kurikulum 2013, terdapat penghapusan empat bidang studi di jenjang pendidikan SD dan SMP. Empat bidang studi yang dihapus adalah mata pelajaran Bahasa Inggris di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Sebagai pengganti pelajaran Bahasa Inggris di SD akan diisi pelajaran sesuai tema yang dipilih guru.

Di jenjang pendidikan SMP, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) akan dihapus. Sementara untuk mata pelajaran IPA dan IPS tetap akan diajarkan dengan cara menyisihkan materinya dititipkan di mata pelajaran yang lain.

Di tingkat SMA dilakukan penghapusan penjurusan antara IPA, IPS, dan Bahasa. Untuk mata pelajaran IPA dan IPS akan digabung dan berganti nama menjadi Ilmu Pengetahuan Umum (IPU).

Kebijakan ini untuk menghindari kesenjangan yang terjadi di kalangan siswa. Siswa boleh memilih mata pelajaran yang diinginkan, tidak hanya berdasar pada jurusan yang dipilih seperti sebelumnya. Pramuka juga akan dijadikan ekstra kurikuler wajib siswa.
(ysw)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved