Warga Mura keluhkan penambangan emas berbahan kimia

Jum'at, 31 Mei 2013 - 15:02 WIB
Warga Mura keluhkan...
Warga Mura keluhkan penambangan emas berbahan kimia
A A A
Sindonews.com - Aktifitas penambangan emas ilegal atau dikenal dengan sebutan dompleng, marak terjadi di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Aktifitas yang menggunakan bahan kimia jenis merkuri tersebut banyak dikeluhkan warga.

Bupati Kabupaten Mura, H Ridwan Mukti menegaskan bahwa tambang ilegal harus ditertibkan. Apalagi jika menggunakan bahan kimia karena dapat mencemari lingkungan. Pihaknya sendiri mengaku sudah menanyakan perihal tersebut ke Camat setempat, namun dalam laporan tidak disebutkan adanya penggunaan zat kimia.

"Saya sudah tanyakan langsung ke Camat dan meminta dilakukan pengawasan. Namun dikatakan tidak ada yang menggunakan bahan kimia,"ujar Ridwan Mukti, dihalaman Pemkab Mura, Jumat (31/5/2013).

Menurutnya, memang sudah banyak laporan yang masuk terkait masalah dompleng yang dilakukan masyarakat secara ilegal. Namun selama aktifitas tersebut dilakukan masyarakat asli dan tidak menggunakan alat berat tidak menjadi masalah karena untuk kebutuhan ekonomi.

"Soal dompleng, itu tidak ada pendatang, tapi masyarakat asli. Biarlah masyarakat asli, tapi jangan diperluas. Kalau datang dari luar itu perlu ditertibkan. Dompleng tidak boleh menggunakan alat berat, kalau pakai alat berat akan merusak lingkungan," tegas dia.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Mura, Amrullah menjelaskan pihaknya meminta kepada masyarakat yang melakukan proses tambang emas illegal tidak melakukan pengrusakan lingkungan.

Sebab, jika tidak memperhatikan lingkungan berdampak pada rusaknya ekosistem lingkungan di lokasi tersebut. Sehingga, efeknya ke depan dan merugikan masyarakat sekitar.

Selain itu, mereka yang menjalankan usaha perorangan segera mengurus perizinan. Jika usaha itu ilegal, jangan menggunakan bahan kimia.

"Jika menggunakan bahan kimian pihaknya segera melakukan tindakan dan menutup aktivitas tersebut," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Wali Kota Palopo Tegaskan...
Wali Kota Palopo Tegaskan Tidak Boleh Ada Pengrusakan Lingkungan
Berantas Tambang Ilegal
Berantas Tambang Ilegal
Kerusakan Lingkungan...
Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Liar Dinilai Sangat Berdampak ke Desa
Dianggap Merusak Lingkungan,...
Dianggap Merusak Lingkungan, Warga Usir Penambang Pasir di Sungai Brantas
Desak Bupati Blitar...
Desak Bupati Blitar Tertibkan Tambang Ilegal, Massa PMII Disatroni Preman
Tambang Ilegal Dinilai...
Tambang Ilegal Dinilai Turut Memperparah Kerusakan Lingkungan
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved