Ini pengakuan Fredi si pembedah bocah SD
Kamis, 30 Mei 2013 - 19:09 WIB
Ini pengakuan Fredi si pembedah bocah SD
A
A
A
Sindonews.com - Setelah tertangkap di Tangerang, Banten, akhirnya Fredi alias Kasim (39) tersangka "pembedah" bocah SD mengaku menyayat tubuh korban karena melawan usai disodominya sebanyak tiga kali.
”Saya hanya ingin menyodomi dia (korban Muhammad Muslim), bukan membunuhnya, karena ia melawan jadi saya lukai,” ungkap Fredi saat diamankan di Mapolresta Palembang, Kamis (30/5/2013) siang.
Disinggung mengenai isu ia mendalami ilmu hitam, Fredi membantahnya.
Ketika ditanya lagi mengenai adanya lubang seperti kuburan anak di rumahnya, Fredi mengatakan, jika korban meninggal dunia usai disodominya, karena melawan akan dikuburkan ke dalam kuburan itu.
”Cuman satu lubang kuburannya bukan tujuh,” elaknya.
Terpisah Kapolsekta Kalidoni, AKP Tri Sumarsih mengatakan, tersangka Fredi berhasil ditangkap berkat kerjasama dengan Polsek Cikosa Tangerang Banten.
”Tersangka ditangkap saat hendak ke rumah keluarganya, setelah diamankan langsung kita bawa ke Palembang,” ungkap Tri kepada SINDO di Mapolsekta Kalidoni, Kamis (30/5/2013).
Ia menambahkan, sampai saat ini pelaku pembunuh bocah SD ini, hanya satu orang atau pelaku tunggal.
”Tersangka masih kita periksa intensif di Polresta Palembang dan pada intinya tersangka sehat jasmani dan rohani saat melakukan aksinya,” pungkasnya.
”Saya hanya ingin menyodomi dia (korban Muhammad Muslim), bukan membunuhnya, karena ia melawan jadi saya lukai,” ungkap Fredi saat diamankan di Mapolresta Palembang, Kamis (30/5/2013) siang.
Disinggung mengenai isu ia mendalami ilmu hitam, Fredi membantahnya.
Ketika ditanya lagi mengenai adanya lubang seperti kuburan anak di rumahnya, Fredi mengatakan, jika korban meninggal dunia usai disodominya, karena melawan akan dikuburkan ke dalam kuburan itu.
”Cuman satu lubang kuburannya bukan tujuh,” elaknya.
Terpisah Kapolsekta Kalidoni, AKP Tri Sumarsih mengatakan, tersangka Fredi berhasil ditangkap berkat kerjasama dengan Polsek Cikosa Tangerang Banten.
”Tersangka ditangkap saat hendak ke rumah keluarganya, setelah diamankan langsung kita bawa ke Palembang,” ungkap Tri kepada SINDO di Mapolsekta Kalidoni, Kamis (30/5/2013).
Ia menambahkan, sampai saat ini pelaku pembunuh bocah SD ini, hanya satu orang atau pelaku tunggal.
”Tersangka masih kita periksa intensif di Polresta Palembang dan pada intinya tersangka sehat jasmani dan rohani saat melakukan aksinya,” pungkasnya.
(ysw)