Santap daging kuda, 1 tewas & belasan warga dirawat
Kamis, 30 Mei 2013 - 16:42 WIB
Santap daging kuda, 1 tewas & belasan warga dirawat
A
A
A
Sindonews.com - Virus antrax menjangkiti warga Desa Tomasongo, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Diduga virus ini menyebar melalui daging kuda yang belum lama disantap warga.
Akibat wabah virus antrax, belasan warga dirawat dan seorang lagi meninggal dunia.
Menurut Kabid Bina P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, belasan warga ini terjangkit virus antrax setelah mengkonsumsi daging kuda.
"Warga merasa sakit perut setelah mengkonsumsi daging kuda, lalu tumbuh benjolan pada tubuh," terangnya di kantornya, Kamis (30/5/2013).
Dinkes Takalar telah turun langsung memeriksa para korban yang terjangkit virus antrax.
Ia menegaskan, Dinkes telah mengimbau kepada warga agar segera ke rumah sakit jika ada warga yang mengalami gejala yang sama. Sementara ini, sekurangnya 15 warga positif terjangkit virus antrax. Dari puluhan warga yang telah mengkonsumsi daging kuda, seorang diantaranya meninggal dunia.
Diagnosa dokter menyebutkan, warga bernama Ronstini tersebut meninggal karena dinding ususnya menjadi rapuh setelah mengkonsumsi daging kuda yang diduga terjangkit antrax.
Dinas Peternakan Kabupaten Takalar belum dapat memastikan apakah daging kuda yang dikonsumsi warga tersebut terjangkit virus antrax.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Besar veteriner (Kabupaten) Maros terhadap daging kuda yang disantap warga," kata Kepala Seksi Dinas Peternakan Kabupaten Takalar, Zainuddin.
Untuk mencegah penyebaran, Dinas Peternakan akan mengambil langkah antisipatif terhadap penyebaran virus yang di duga antrax. Dinas Peternakan telah memberi anti biotik kepada warga dan menyemprot kandang hewan warga.
Akibat wabah virus antrax, belasan warga dirawat dan seorang lagi meninggal dunia.
Menurut Kabid Bina P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, belasan warga ini terjangkit virus antrax setelah mengkonsumsi daging kuda.
"Warga merasa sakit perut setelah mengkonsumsi daging kuda, lalu tumbuh benjolan pada tubuh," terangnya di kantornya, Kamis (30/5/2013).
Dinkes Takalar telah turun langsung memeriksa para korban yang terjangkit virus antrax.
Ia menegaskan, Dinkes telah mengimbau kepada warga agar segera ke rumah sakit jika ada warga yang mengalami gejala yang sama. Sementara ini, sekurangnya 15 warga positif terjangkit virus antrax. Dari puluhan warga yang telah mengkonsumsi daging kuda, seorang diantaranya meninggal dunia.
Diagnosa dokter menyebutkan, warga bernama Ronstini tersebut meninggal karena dinding ususnya menjadi rapuh setelah mengkonsumsi daging kuda yang diduga terjangkit antrax.
Dinas Peternakan Kabupaten Takalar belum dapat memastikan apakah daging kuda yang dikonsumsi warga tersebut terjangkit virus antrax.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Besar veteriner (Kabupaten) Maros terhadap daging kuda yang disantap warga," kata Kepala Seksi Dinas Peternakan Kabupaten Takalar, Zainuddin.
Untuk mencegah penyebaran, Dinas Peternakan akan mengambil langkah antisipatif terhadap penyebaran virus yang di duga antrax. Dinas Peternakan telah memberi anti biotik kepada warga dan menyemprot kandang hewan warga.
(ysw)