25 pengembang di Bogor dan Depok nakal

Kamis, 25 April 2013 - 15:52 WIB
25 pengembang di Bogor...
25 pengembang di Bogor dan Depok nakal
A A A
Sindonews.com - Sektor properti di wilayah pinggiran Jakarta seperti Bogor dan Depok terus berkembang pesat. Bahkan banyak pengembang yang tak segan-segan melanggar asaz lingkungan, saat mengerjakan proyek pembangunan.

Salah satunya yakni dengan tidak mempedulikan batas Garis Sempadan Sungai (GSS) yang terus diurug. Bahkan banyak pula pengembang yang membuang limbah ke sungai tanpa adanya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono mengatakan, banyak pengembang dari mulai Kabupaten Bogor hingga wilayah Citayam dan Depok nakal. Banyak dari mereka merusak habitat lingkungan dan daerah konservasi, salah satunya Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

"Tak usah jauh-jauh lihat sampai kota, dari Kabupaten Bogor sampai Depok banyak pengembang perumahan nakal dan ngaco. Dulu tahun 1995-1997 masih ada kera ekor panjang, kini punah karena habitatnya dirusak. Kalau ada hak asasi manusia kenapa enggak ada hak asasi binatang," tukasnya kepada wartawan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (26/04/2013).

Ia menegaskan, dengan adanya prona dan sertifikasi yang dimiliki warga bantaran Ciliwung, bio pepohonan pun mulai ditebang. Padahal, kata Tarsoen, pohon yang ada di Jakarta, Depok, dan Bogor jenisnya berbeda-beda.

"Tumbuh di pinggir sungai, punya jenis spesifik bisa menahan air. Pemukiman belum terlalu banyak. Tapi pengembang terlalu jahat dengan membangun di pinggir bantaran lalu membuang limbah tanpa IPAL," tegasnya.

Tarsoen menyebut, pengembang di wilayah Depok dan Bogor sama nakalnya. Ia menghitung, lebih dari 25 pengembang di sepanjang Depok dan Bogor telah merusak lingkungan.

"Plus minus 25 sampai Depok. Kalau Jakarta beda lagi, itu liar penghuninya. Kerjasama dengan Satpol PP urun rembug sebaiknya secara terus menerus dilakukan. Harus keras dan tegas. Ciliwung itu sungai spesifik yang terbentuk peristiwa Vulkanik, dan para pengembang itu sama nakalnya," tandasnya.
(stb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pelayanan,...
Perkuat Ekosistem Pelayanan, Jasa Raharja Sinergi dengan Pemprov dan Polda Jambi
27 menit yang lalu
Polisi Tangkap 3 Pelaku...
Polisi Tangkap 3 Pelaku Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
1 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tangkap...
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Terkait Narkoba
1 jam yang lalu
Olah TKP Kematian Sutrimo,...
Olah TKP Kematian Sutrimo, Polisi Cari Saksi dan CCTV
2 jam yang lalu
Pakar: Meski Berdamai,...
Pakar: Meski Berdamai, 3 Oknum Polda Jabar di Kasus Alphard Tetap Harus Diproses Etik
2 jam yang lalu
Pembebasan Denda PBB-P2...
Pembebasan Denda PBB-P2 Berlaku hingga 31 Desember 2026, Simak Ketentuannya
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved