Tolak UN, puluhan pelajar turun ke jalan
Selasa, 23 April 2013 - 16:09 WIB
Tolak UN, puluhan pelajar turun ke jalan
A
A
A
Sindonews.com - Kerancuan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) memantik reaksi sejumlah pihak. Kali ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur menggelar aksi turun jalan untuk penghapusan UN.
Aksi puluhan pelajar ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Para pelajar Muhammadiyah tersebut membawa sejumlah poster yang berisi penolakkan UN hingga tuntutan pencopotan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Huh.
Seperti, '@SBYudhoyono Copot Mendiknas M Nuh', 'Jangan Jadikan Kami Kelinci Percobaan', 'UN Penjajah Gaya Baru' dan lain-lain.
Ketua Umum (Ketum) IPM Surabaya Adam Syarief Hasibuan mengatakan, pelaksanaan UN dari tahun ke tahun selalu membuat kerugian baik kerugian non materiil yang berupa tekanan psikologis. UN 2013 merupakan puncak kekacauan dan bisa dikatakan gagal karena banyak kekacauan. Kekacauan UN itu terjadi keterlambatan pengiriman naskah UN di 11 Provinsi.
"Kondisi tidak siap itu juga ditunjukkan dengan lembar jawaban yang tipis," katanya di depan Gedung Grahadi, Selasa (23/4/2013).
Tak berhenti di situ, selain terjadi kerancuan ditingkatan SMA, juga terjadi ditingkat SMP. Agar tidak terjadi kerancuan seperti UN SMA, pemerintah menambah 5 percetakkan untuk menghindari keterlambatan soal. Rupanya, aksi tersebut tidak menyeleseikan masalah UN.
"Padahal anggaran UN menghabiskan Milliaran rupiah dengan hasil yang banyak merugikan masyarakat," jelasnya.
Ditempat yang sama pelajar SMA Muhammadiyah 3 Surabaya Ahmad Hudia menambahkan, pengahapusan UN akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebab, UN seperti ini hanya ada di Indonesia saja.
"Saya sepakat UN dihapus namun untuk ujian akhir diserahkan ke sekolah masing-masing sehingga mutu pendidikan akan lebih meningkat dan tidak telalu menelan anggaran negara," ujar pelajar berkaca mata ini.
Aksi puluhan pelajar ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Para pelajar Muhammadiyah tersebut membawa sejumlah poster yang berisi penolakkan UN hingga tuntutan pencopotan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Huh.
Seperti, '@SBYudhoyono Copot Mendiknas M Nuh', 'Jangan Jadikan Kami Kelinci Percobaan', 'UN Penjajah Gaya Baru' dan lain-lain.
Ketua Umum (Ketum) IPM Surabaya Adam Syarief Hasibuan mengatakan, pelaksanaan UN dari tahun ke tahun selalu membuat kerugian baik kerugian non materiil yang berupa tekanan psikologis. UN 2013 merupakan puncak kekacauan dan bisa dikatakan gagal karena banyak kekacauan. Kekacauan UN itu terjadi keterlambatan pengiriman naskah UN di 11 Provinsi.
"Kondisi tidak siap itu juga ditunjukkan dengan lembar jawaban yang tipis," katanya di depan Gedung Grahadi, Selasa (23/4/2013).
Tak berhenti di situ, selain terjadi kerancuan ditingkatan SMA, juga terjadi ditingkat SMP. Agar tidak terjadi kerancuan seperti UN SMA, pemerintah menambah 5 percetakkan untuk menghindari keterlambatan soal. Rupanya, aksi tersebut tidak menyeleseikan masalah UN.
"Padahal anggaran UN menghabiskan Milliaran rupiah dengan hasil yang banyak merugikan masyarakat," jelasnya.
Ditempat yang sama pelajar SMA Muhammadiyah 3 Surabaya Ahmad Hudia menambahkan, pengahapusan UN akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebab, UN seperti ini hanya ada di Indonesia saja.
"Saya sepakat UN dihapus namun untuk ujian akhir diserahkan ke sekolah masing-masing sehingga mutu pendidikan akan lebih meningkat dan tidak telalu menelan anggaran negara," ujar pelajar berkaca mata ini.
(rsa)