Wilayahnya dicaplok, kelompok pemuda tolak DOB

Jum'at, 19 April 2013 - 16:22 WIB
Wilayahnya dicaplok,...
Wilayahnya dicaplok, kelompok pemuda tolak DOB
A A A
Sindonews.com - Pemekaran wilayah di Musi Rawas, Sumatera Selatan kembali menimbulkan gelombang penolakan dari pemuda sekitar. Dua kelompok pemuda dari Kecamatan Rawas Ilir dan Lakitan menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) Muratara yang dinilai mengorbankan hak ulayat dan sumber daya alam di Rawas Ilir.

Ketua Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI), Abdul Aziz mengatakan, persoalan DOB Muratara yang memberikan dampak kerugian bagi warga Kecamatan Rawas Ilir. Meskipun masyarakat mendukung sepenuhnya terbentuknya DOB Muratara sebagai cita-cita bersama.

Tetapi, jika pembentukan DOB Muratara mengorbankan hak ulayat dan sumber daya alam (SDA) di Rawas Ilir. Warga sepakat menolak dan berjuang sampai darah penghabisan menolak DOB Muratara.

"Keinginan Presidium, dan elemen lain melepaskan sebagian wilayah, hak ulayat dan aset Rawas Ilir demi terbentuknya DOB Muratara adalah keputusan sepihak dan tidak pernah mendapat izin dari masyarakat Rawas Ilir secara keseluruhan," tegas Aziz di Kantor Depdagri Jakarta, JUmat (19/4/2013).

Menurut Aziz, dalam pembentukan DOB Muratara, masyarakat Rawas Ilir tidak akan memberikan sejengkalpun kepada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Tetapi jika Rawas Ilir menjadi ganjalan DOB Muratara, warga mempersilakan enam kecamatan lainnya untuk diusulkan menjadi DOB Muratara.

Sedangkan, Fahrul Rozi Pemuda Lakitan Kabupaten Mura menegaskan, menolak dicaploknya wilayah Kabupaten Mura sebesar 17.000 hektare oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

"Kami tidak ada polemik dengan DOB Muratara, tetapi wilayah Lakitan yang notabene dari dulu masuk wilayah Mura harus diserahkan ke Kabupaten Mura. Kami sepakat pasang badan dan kibarkan bendera perlawanan jika keputusan ini dilanjutkan," kecam dia.

Informasi yang dihimpun pernyataan sikap Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Lakitan Kabupaten Mura, diserahkan Kemendagri RI melalui Dirjen Otonomi Daerah yang diterima oleh Usman dan Kasubdit Penataan Wilayah 2A, Sugeng serta ke Komisi II DPR RI.
(ysw)
Berita Terkait
Bupati Yaatulo Bicara...
Bupati Yaatulo Bicara Potensi Kabupaten Nias Jadi Provinsi Kepulauan
Pemekaran Papua Bentuk...
Pemekaran Papua Bentuk Keseriusan Pemerintah Membangun Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Sulut: Pemekaran...
Gubernur Sulut: Pemekaran Bukan untuk Memisahkan Wilayah, tapi Mendekatkan Pelayanan Publik
DPR Sahkan Usulan 3...
DPR Sahkan Usulan 3 DOB Papua, Indonesia Akan Miliki 37 Provinsi
Waketum PKN Dukung Pemekaran...
Waketum PKN Dukung Pemekaran Provinsi Maluku
Usai Penetapan 3 Provinsi...
Usai Penetapan 3 Provinsi Baru, Papua Aman dan Kondusif
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
20 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved