RSUD Depok ajak masyarakat waspada silent killer

Kamis, 18 April 2013 - 13:53 WIB
RSUD Depok ajak masyarakat...
RSUD Depok ajak masyarakat waspada silent killer
A A A
Sindonews.com - Akhir-akhir ini, berita kematian mendadak setelah melakukan aktivitas olahraga kerap terjadi, dan beberapa tokoh selebriti Indonesia mengalaminya, diantaranya Adjie Masaid yang meninggal usai bermain futsal. Padahal, selama ini olahraga dianggap sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengatakan, umumnya penyebab kematian mendadak (silent killer) pasca olahraga, karena orang yang melakukan olahraga kompetitif, seperti sepak bola, futsal, badminton, berenang, tenis atau lari maraton.

Orang yang secara fisik terlihat sehat pun memerlukan pemeriksaan penunjang. Mengukur kondisi tubuh saat berolahraga, mampu mengurangi kemungkinan olahraga meningkatkan risiko silent killer.

"Pada saat latihan berat dilakukan, terkadang terjadi keram otot jantung ataupun kejang arteri koroner. Hal ini biasa terjadi jika awal olahraga langsung dengan latihan berat," katanya dalam seminar kesehatan yang mengusung tema “Antisipasi Kejadian Kematian Mendadak (silent killer)” di Balai Kota Depok, Kamis (18/04/2013).

Keram otot jantung dan kejang arteri ini berkontribusi, karena kurangnya pasokan oksigen ke jantung. Ini mungkin menjadi salah satu faktor penyebab, mengapa olahraga meningkatkan risiko silent killer.

"Walaupun beberapa kejadian olahraga dan kematian mendadak terjadi, bukan berarti olahraga sebagai satu satunya pemicu, dan bukan berarti olahraga menjadi sebuah masalah” tuturnya.

Penelitian mengungkapkan orang-orang yang mengetahui memiliki penyakit kardiovaskuler, akan terbantu dengan olahraga teratur. Walaupun, pada kasus orang yang memiliki penyakit jantung, risiko kematian mungkin terjadi sesudah berolahraga yang diforsir tidak sesuai kondisi.

“Sebaiknya, biasakan memulai olahraga dengan yang ringan-ringan terlebih dahulu dan menghitung denyut nadi pada saat awal dan sesudah pemanasan, untuk menilai apakah selama olahraga jantung tidak akan terlalu lelah mensuplai oksigen untuk tubuh,” imbaunya.
(stb)
Berita Terkait
Pengamat Nilai Overtreatment...
Pengamat Nilai Overtreatment Layanan Kesehatan Perlu Dibenahi
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Panggil Dokter ke Rumah...
Panggil Dokter ke Rumah Bisa Jadi Solusi Kesehatan Keluarga
RS Siloam Putera Bahagia...
RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Resmikan Executive Clinic dan Tambah Ruang Rawat Inap VIP
Kolaborasi Privy dan...
Kolaborasi Privy dan ARSSI Tingkatkan Efisiensi Layanan Kesehatan Swasta di Indonesia
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved