Tarik minat warga, Pemprov terapkan e-Tiketing Transjakarta
Kamis, 18 April 2013 - 08:59 WIB
Tarik minat warga, Pemprov terapkan e-Tiketing Transjakarta
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memancing warga Jakarta berpindah ke transportasi umum seperti Trans Jakarta, Pemprov DKI akan membangun sistem e-Ticketing untuk pengguna Transjakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaha Purnama menilai, saat ini masyarakat Jakarta lebih memilih menggunakan motor ketimbang transportasi umum. Alasannya, motor jauh lebih murah sekalipun angka kecelakaannya tinggi. Dari itu, Pemprov DKI menawarkan sistem pembayaran e-Ticketing.
"Kenapa orang naik motor, sedangkan angka kecelakaan begitu tinggi dan capek juga naik motor, karena motor yang paling murah. Makanya, kita pake sistem e-Ticketing agar tidak terlalu membebani," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Sistem e-Ticketing saat ini sedang dikaji penerapannya. Nantinya, Ahok menambahkan, dengan cara e-Ticketing Pemprov DKI bisa memberi cara insentif dan kemudahan bagi masyarakat Jakarta.
Selain itu, bagi warga pelanggan Transjakarta akan diterapkan sistem pembayaran bulanan. Menurutnya, pelanggan akan dibebankan membayar ticket sebesar RP200.000 per bulan.
"Makanya, kita harus kasih sesuatu yang insentif supaya orang tertarik. Kita lagi kaji. Tetapi untuk yang langganan bulanan hanya akan dikenakan Rp200 ribu mendorong orang naik bus," paparnya.
Namun demikian, untuk menerapkan sistem e-Ticketing dan mengurangi pengendara bermotor, Pemprov DKI berniat untuk menambah jumlah armada Transjakarta. Menurut Ahok, sudah dimulai di wilayah Bekasi-Duku Atas dan Bekasi- Tanah Abang.
"Makanya, tugas kami menambah jumlah bus sehingga yang naik yang lebih banyak. Kita sudah mulai dengan bekasi-duku atas, bekasi-tanah abang kita akan buka itu," imbuhnya.
Seperti dibertikan, untuk mengatasi kemacetan di Jakarta Pemprov DKI mulai memikirkan bagaimana masyarakat Jakarta memiliki kesadaran mau berpindah menggunakan transportasi umum. Namun, faktor keamanan dan minimnya transportasi yang memadai membuat masyarakat memilih kendaraan pribadi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaha Purnama menilai, saat ini masyarakat Jakarta lebih memilih menggunakan motor ketimbang transportasi umum. Alasannya, motor jauh lebih murah sekalipun angka kecelakaannya tinggi. Dari itu, Pemprov DKI menawarkan sistem pembayaran e-Ticketing.
"Kenapa orang naik motor, sedangkan angka kecelakaan begitu tinggi dan capek juga naik motor, karena motor yang paling murah. Makanya, kita pake sistem e-Ticketing agar tidak terlalu membebani," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Sistem e-Ticketing saat ini sedang dikaji penerapannya. Nantinya, Ahok menambahkan, dengan cara e-Ticketing Pemprov DKI bisa memberi cara insentif dan kemudahan bagi masyarakat Jakarta.
Selain itu, bagi warga pelanggan Transjakarta akan diterapkan sistem pembayaran bulanan. Menurutnya, pelanggan akan dibebankan membayar ticket sebesar RP200.000 per bulan.
"Makanya, kita harus kasih sesuatu yang insentif supaya orang tertarik. Kita lagi kaji. Tetapi untuk yang langganan bulanan hanya akan dikenakan Rp200 ribu mendorong orang naik bus," paparnya.
Namun demikian, untuk menerapkan sistem e-Ticketing dan mengurangi pengendara bermotor, Pemprov DKI berniat untuk menambah jumlah armada Transjakarta. Menurut Ahok, sudah dimulai di wilayah Bekasi-Duku Atas dan Bekasi- Tanah Abang.
"Makanya, tugas kami menambah jumlah bus sehingga yang naik yang lebih banyak. Kita sudah mulai dengan bekasi-duku atas, bekasi-tanah abang kita akan buka itu," imbuhnya.
Seperti dibertikan, untuk mengatasi kemacetan di Jakarta Pemprov DKI mulai memikirkan bagaimana masyarakat Jakarta memiliki kesadaran mau berpindah menggunakan transportasi umum. Namun, faktor keamanan dan minimnya transportasi yang memadai membuat masyarakat memilih kendaraan pribadi.
(stb)