Siswi ini terpaksa ikuti UN di mobil
Senin, 15 April 2013 - 16:12 WIB
Siswi ini terpaksa ikuti UN di mobil
A
A
A
Sindonews.com – Seorang siswi SMAN 2 Lahat terpaksa mengikuti ujian nasional (UN) di dalam mobil seorang guru. Veni Andriyani (18) siswi kelas XII SMA Negeri 2 Lahat juga terpaksa dijemput gurunya agar bisa mengikuti UN setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah.
Gadis berjilbab ini terpaksa menjawab satu persatu soal yang diberikan didalam mobil milik salah satu guru sekolahnya. Sembari menahan rasa sakit, buah hati pasangan Ahmad Saferi (47) dan Nurhayati (37) ini tetap semangat mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.
Siswi kelahiran 14 februari 1995, di desa Tanjung Agung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat ini tak sendirian. Selain ditemani bapaknya, dia juga dijaga oleh dua perawat Puskemas untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Dukungan dari Kepala Sekolah, guru serta pengawas pun tak henti-hentinya mengalir kepada anak bungsu dari tiga saudara ini.
Menurut Veni, dirinya tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal, meski dalam perawatan dokter. Sebelum tiba di sekolahnya, sekitar pukul 06.00 WIB, ia dijemput gurunya di RSUD Lahat, untuk mengikuti UN. Karena belum bisa banyak bergerak hingga terpaksa mengerjakan soal bahasa Indonesia di dalam mobil.
“Infus saya masih berada di tangan. Insyallah semuanya bisa berjalan dengan lancar,” katanya singkat.
Sementara, sang ayah, Ahmad Saferi berharap berharap Veni dapat segera sembuh. Menurutnya, sewaktu tabrakan motor terjadi, Veni tidak mengebut apalagi ugal-ugalan dijalan.
"Waktu itu Veni cuma mau ngisi ulang galon, baru keluar dari kos naek motor, tiba-tiba tabrakan itu terjadi," ujarnya.
Kendati demikian, dirinya berterima kasih kepada pihak sekolah, yang telah memfasilitasi dari menjemput hingga mengantar Veni pulang kerumah.
"Namanya juga musibah, kami hanya bisa pasrah. Semoga ada hikmah dan Veni bisa lulus UN," kata Ahmad yang bekerja sebagai buruh tani ini.
Terpisah Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lahat Arsetty mengungkapkan, pihaknya siap memfasilitasi Veni selama melaksanakan UN 2013.
"Tadi Veni sudah kita jemput dengan mobil. Mudah-mudahan Veni bisa fokus mengerjakan soal didalam mobil, karena dia tidak leluasa bergerak kalau dipindah ke ruangan," ujarnya.
Gadis berjilbab ini terpaksa menjawab satu persatu soal yang diberikan didalam mobil milik salah satu guru sekolahnya. Sembari menahan rasa sakit, buah hati pasangan Ahmad Saferi (47) dan Nurhayati (37) ini tetap semangat mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.
Siswi kelahiran 14 februari 1995, di desa Tanjung Agung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat ini tak sendirian. Selain ditemani bapaknya, dia juga dijaga oleh dua perawat Puskemas untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Dukungan dari Kepala Sekolah, guru serta pengawas pun tak henti-hentinya mengalir kepada anak bungsu dari tiga saudara ini.
Menurut Veni, dirinya tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal, meski dalam perawatan dokter. Sebelum tiba di sekolahnya, sekitar pukul 06.00 WIB, ia dijemput gurunya di RSUD Lahat, untuk mengikuti UN. Karena belum bisa banyak bergerak hingga terpaksa mengerjakan soal bahasa Indonesia di dalam mobil.
“Infus saya masih berada di tangan. Insyallah semuanya bisa berjalan dengan lancar,” katanya singkat.
Sementara, sang ayah, Ahmad Saferi berharap berharap Veni dapat segera sembuh. Menurutnya, sewaktu tabrakan motor terjadi, Veni tidak mengebut apalagi ugal-ugalan dijalan.
"Waktu itu Veni cuma mau ngisi ulang galon, baru keluar dari kos naek motor, tiba-tiba tabrakan itu terjadi," ujarnya.
Kendati demikian, dirinya berterima kasih kepada pihak sekolah, yang telah memfasilitasi dari menjemput hingga mengantar Veni pulang kerumah.
"Namanya juga musibah, kami hanya bisa pasrah. Semoga ada hikmah dan Veni bisa lulus UN," kata Ahmad yang bekerja sebagai buruh tani ini.
Terpisah Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lahat Arsetty mengungkapkan, pihaknya siap memfasilitasi Veni selama melaksanakan UN 2013.
"Tadi Veni sudah kita jemput dengan mobil. Mudah-mudahan Veni bisa fokus mengerjakan soal didalam mobil, karena dia tidak leluasa bergerak kalau dipindah ke ruangan," ujarnya.
(ysw)