Tiga siswa di Depok jalani UN di Lapas
Minggu, 14 April 2013 - 21:07 WIB
Tiga siswa di Depok jalani UN di Lapas
A
A
A
Sindonews.com - Seluruh anak berhak memperoleh pendidikan. Salah satunya yakni siswa hamil, yang juga berhak mengikuti Ujian Nasional (UN). Tak hanya siswa hamil, siswa yang berada di lapas pun berhak mengikuti UN.
Di Depok, ada tiga siswa yang mengikuti UN di lapas. Koordinator Panitia Pelaksana dan Pengawasan UN (P3UN) Memed Karmedi mengatakan, seluruh tahapan persiapan UN sudah selesai dilaksanakan. Salah satunya rencana pendistribusian soal UN ke lapas.
"Ada tiga siswa Depok yang ditahan di LP Pondok Rajeg Cibinong, mereka tetap ikut UN, teknisnya petugas yang ke lapas, dan mereka ujian di sana," ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/04/2013).
Sementara itu, satu siswi sekolah swasta yang sedang hamil juga dipastikan ikut UN.
"Jadi teknisnya, masing-masing satuan pengawas di sub rayon mengambil paket soal, yang akan didistribusikan ke anggota sekolah lain, dari mulai 04.30 WIB pagi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN I Achmadi mengaku, tidak tegang menghadapi siswa yang akan mengikuti UN.
"Kami sebagai guru biasa saja, santai saja rileks, senyum saja kalau melihat siswa yang keluar dari ruang ujian, dan nanti kan pakai sistem barcode, kode komputer dimana soal siswa yang satu tak akan sama, dan kunci jawabannya telah tersistem oleh komputer," jelasnya.
Di Depok, ada tiga siswa yang mengikuti UN di lapas. Koordinator Panitia Pelaksana dan Pengawasan UN (P3UN) Memed Karmedi mengatakan, seluruh tahapan persiapan UN sudah selesai dilaksanakan. Salah satunya rencana pendistribusian soal UN ke lapas.
"Ada tiga siswa Depok yang ditahan di LP Pondok Rajeg Cibinong, mereka tetap ikut UN, teknisnya petugas yang ke lapas, dan mereka ujian di sana," ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/04/2013).
Sementara itu, satu siswi sekolah swasta yang sedang hamil juga dipastikan ikut UN.
"Jadi teknisnya, masing-masing satuan pengawas di sub rayon mengambil paket soal, yang akan didistribusikan ke anggota sekolah lain, dari mulai 04.30 WIB pagi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN I Achmadi mengaku, tidak tegang menghadapi siswa yang akan mengikuti UN.
"Kami sebagai guru biasa saja, santai saja rileks, senyum saja kalau melihat siswa yang keluar dari ruang ujian, dan nanti kan pakai sistem barcode, kode komputer dimana soal siswa yang satu tak akan sama, dan kunci jawabannya telah tersistem oleh komputer," jelasnya.
(stb)