LSM lingkungan hidup polisikan PT Jasa Marga

Kamis, 11 April 2013 - 15:33 WIB
LSM lingkungan hidup...
LSM lingkungan hidup polisikan PT Jasa Marga
A A A
Sindonews.com - PT Jasa Marga (Persero) cabang Jakarta-Tangerang, dilaporkan ke Polres Metro Tangerang oleh Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) karena dinilai lalai dalam menangani limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke Sungai Cisadane.

Hal itu berkaitan dengan tumpahnya muatan sebuah truk tangki yang berisi oli yang diduga bekas terperosok di kilometer 21 arah ke Jakarta.

Direktur Yapelh Uyus Setia Bhakti mengatakan, alasan melaporkan Jasa Marga ke Polres, karena mereka telah melanggar Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Diduga Jasa Marga lalai dalam penanganan kecelakaan kendaraan yang memuat bahan berbahaya dan beracun. Seharusnya, kecelakaan dengan barang bawaan khusus tersebut, Jasa Marga memperlakukannya juga secara khusus agar tidak berdampak terhadap pencemaran yang sangat luas," ujar Uyus, di Tangerang, Kamis (11/4/2013).

Lanjut Uyus, akibat penanganan yang salah, hal itu berdampak pada tercemarnya Sungai Cisadane hingga mencapai 60 kilometer. "Ini bagaimana menyedotnya, dari Kebon Nanas sampai Tanjung Burung. Apalagi sudah ada ikan yang mati lantaran pencemaran ini," terangnya.

Dalam laporannya, Uyus menyertakan video pasca kecelakaan truk tangki yang membawa oli bekas dan dampak dari penanganan yang salah pada peristiwa tersebut.

"Saya sayangkan kenapa Jasa Marga tidak membuat blok di parit tempat truk kecelakaan, kalau sudah menyebar seperti ini akan banyak biota yang mati," bebernya.

Sementara itu, Juwarta, Humas PT Jasa Marga saat dikonfirmasi terkait laporan itu mengaku akan melakukan koordinasi dengan pimpinan Jasa Marga. "Sudah ada solusi, tetapi kami harus melakukan koordinasi dahulu ke atasan. Terima kasih atas informasi laporan itu," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Lima Sungai yang Paling...
Lima Sungai yang Paling Tercemar di Dunia
Sungai Tercemar Zat...
Sungai Tercemar Zat Besi, Buaya di Nepal Kulitnya Jadi Berkarat
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Aliran Sungai Cileungsi...
Aliran Sungai Cileungsi Tercemar Limbah Pabrik
Sungai Jaletreng Berwarna...
Sungai Jaletreng Berwarna Coklat, DLH: Hasil Uji Lab Masih Kategori Aman
Aksi Warga Lawan Pencemaran...
Aksi Warga Lawan Pencemaran Limbah Pabrik
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
2 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
4 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
5 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
7 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
8 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
9 jam yang lalu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved