Komnas HAM 'melempem'?

Kamis, 11 April 2013 - 14:07 WIB
Komnas HAM melempem?
Komnas HAM 'melempem'?
A A A
Sindonews.com - Keluarga penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, hari ini diketahui mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Kedatangan mereka dilatarbelakangi keluhan lambannya penanganan dan pengusutan yang dilakukan Komnas HAM dalam kasus berdarah yang merenggut empat nyawa narapidana LP Cebongan, pada Sabtu 23 Maret 2013, dini hari.

Menurut Perwakilan Keluarga Korban, Victor Manbait, sikap Komnas HAM terkesan 'melempem' pasca pengumuman hasil temuan investigasi yang dikeluarkan pihak TNI.

"Ini merupakan pelanggaran HAM berat, dan menjadi urgensi Komnas HAM untuk menangani kasus ini. Karena kita melihat Komnas HAM seharusnya sudah bisa mengumumkan dengan waktu enam hari kerja, namun hingga kini belum juga mengumumkan hasil temuannya, ada apa ini?," tegas Victor, di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharharry, Menteng No 4B, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2013).

Untuk itu, pihak keluarga mendesak ada Tim Pencari Fakta (TPF) khusus gabungan yang terdiri dari berbagai elemen didalamnya. Agar, lanjut dia, keadilan dan kebenaran dalam kasus tersebut dapat terungkap.

"Karena memang ada penyebab lain dari kasus Cebongan, bukan hanya yang saat ini di fokuskan oleh beberapa pihak termasuk Komnas HAM. Sebaiknya mereka melihat Hugo`s Cafe. Karena penyebabnya dari sana. Nah seharusnya saat ini kita melihat bagaimana upaya penanganan hal tersebut," tandas Victor.

Sementara itu Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, menganggap tuntutan keluarga untuk melihat kasus penyebab peristiwa Cebongan, sebaiknya ditahan dahulu. Karena menurutnya, sebaiknya pihak keluarga memikirkan isu utama terkait kasus tersebut.

"Kalau isu itu dikembangkan sekarang hanya akan bertujuan memindahkan perhatian publik dari soal pembantaian, dan proses peradilan. Apakah peradilan militer atau peradilan umum," jelasnya kepada Sindonews.

Menurutnya, soal isu perang kartel narkoba yang terjadi di Hugo's Cafe yang dinyatakan sebagai penyebab kasus Cebongan sebaiknya diserahkan ke proses hukumnya nanti.
(rsa)
Berita Terkait
Beruntung, Lima Zodiak...
Beruntung, Lima Zodiak Ini Diramal Bakal Naik Gaji
Kenaikan Gaji Karyawan...
Kenaikan Gaji Karyawan di Indonesia akan Tetap Stabil di Tahun 2024
Fixed, Kemenkeu Pastikan...
Fixed, Kemenkeu Pastikan Gaji PNS Enggak Naik Tahun Depan
Rentan Teror Pihak Bermodal...
Rentan Teror Pihak Bermodal Besar, SHI: Kenaikan Gaji Jaga Rezeki Halal Hakim
Gaji Hakim Naik 280%,...
Gaji Hakim Naik 280%, Anggaran Diambil dari Efisiensi Belanja Negara
Gaji PNS di Sini Bakal...
Gaji PNS di Sini Bakal Naik Gede-gedean, Terbesar dalam 3 Dekade
Berita Terkini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
16 menit yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
42 menit yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
1 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
1 jam yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
2 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
2 jam yang lalu
Infografis
Netralitas Jokowi Dipertanyakan...
Netralitas Jokowi Dipertanyakan di Sidang Komite HAM PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved