Pejabat Pegadaian Bantaeng manfaatkan nasabah buta huruf

Jum'at, 05 April 2013 - 17:52 WIB
Pejabat Pegadaian Bantaeng...
Pejabat Pegadaian Bantaeng manfaatkan nasabah buta huruf
A A A
Sindonews.com - Pejabat di Perum Pegadaian Bantaeng terbukti menggelembungkan kredit nasabahnya hingga ratusan juta rupiah. Aksi mereka dilakukan terhadap nasabah yang buta huruf sehingga aksinya berlangsung lancar.

Beruntungn, aksi tersebut tercium petugas keamanan hingga kini pejabat tersebut dijebloskan ke penjara. Dalam waktu dekat, kasus ini akan mulai disidangkan.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi dana kredit usaha kecil dan mikro (UKM) di Perum Pegadaian Bantaeng ke Kejari Makassar untuk selanjutnya didaftarkan ke Pengadilan Tipikor.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, berkas perkara kasus dugaan korupsi di Pegadaian Bantaeng sudah dinyatakan rampung dan dilimpahkan.

"Segera didaftarkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar," ujar Nur Alim di kantornya, Jumat (5/4/2013).

Sebelumnya, dua terangka kasus dugaan kredit fiktif di Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian cabang Bantaeng periode 2009-2011 yang merugikan negara sebesar Rp1,3 miliar lebih, yakni Amiruddin Sikki dan Bakri Baki telah dijebloskan ke penjara.

Diketahui, dalam kasus ini kedua tersangka melakukan manipulasi jumlah pinjaman nasabah dan melakukan penyelewengan uang setoran pinjaman nasabah. Hasil pemeriksaan oleh tim penyidik menyebutkan Amiruddin Sikki menyelewengan uang pinjaman sebesar Rp900 juta dan Bakri Baki sebesar Rp400 juta lebih.

Amiruddin Sikki merupakan mantan pejabat struktural di Pegadaian Bantaeng yang khusus mengelola dana usaha kecil dan mikro (UKM) dan Bakri Baki adalah tenaga outsourching Pegadaian yang bertugas melakukan penagihan pinjaman pada debitur.

"Dua tersangka yang berkasnya sudah dilimpahkan ini dinilai bersalah dengan melakukan penambahan nilai kredit tanpa sepengetahuan debitur dan menggelapkan setoran nasabah," ucapnya.

Diketahui, dua tersangka kasus dugaan kredit fiktif di Perusahaan Umum Pegadaian cabang Bantaeng melakukan manipulasi data sekitar 50 orang nasabah. Manipulasi jumlah pinjaman oleh calon nasabah yang kemudian menjadi nasabah memungkinkan dilakukan olah tersangka karena sejumlah pemohon kredit di Pegadaian Bantaeng itu buta huruf.

Selain itu, sejumlah nasabah yang jumlah pinjamannya dimanipulasi hanya mengetahui jumlah angsuran dan lama angsuran. Setelah angsuran sesuai pinjaman selesai baru timbul masalah karena sisa yang di mark-up oleh kedua tersangka menjadi kredit macet.
(ysw)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
18 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
32 menit yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
1 jam yang lalu
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
1 jam yang lalu
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
1 jam yang lalu
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
1 jam yang lalu
Infografis
Noel Terjerat Rasuah,...
Noel Terjerat Rasuah, Saatnya Bersihkan Pejabat Serakah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved