Data Raskin & Jamkesmas bakal ditinjau ulang

Jum'at, 22 Maret 2013 - 16:39 WIB
Data Raskin & Jamkesmas...
Data Raskin & Jamkesmas bakal ditinjau ulang
A A A
Sindonews.com - Buruknya sistem data beras untuk warga miskin (Raskin) dan Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Kota Parepare belakangan menuai masalah. Untuk itu, Pemerintah Kota Parepare berencana merevisi seluru data Raskin dan Jamkesmas.

Amburadulnya data Raskin dan Jamkesmas terungkap saat anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Parepare melakukan kunjungan kerja ke Jakarta beberapa hari. Disana terdapat beberapa pertanyaan kementerian terkait soal data tersebut.

Kaharuddin Kadir ketua komisi II DPRD kota Parepare mengungkapkan, dalam kunjungan kerja Komisi II ke Kantor Menkokesra terkait raskin mereka mempertanyakan data penerima Raskin yang di keluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang menuai kontroversi di masyarakat.

"Hal tersebut karena masih mengacu pada PPLS 2011 dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang melihat perkembangan perekonomian," ungkap dia kepada SINDO, Jumat (22/3/2013).

Karena hal tersebut ungkapnya, jumlah penerima raski menurun, untuk saat ini pihak TNP2K sudah memberikan solusi untuk penerima raskin tersebut.

"Pihak kelurahan saat ini sudah bisa menentukan siapa yang berhak menerima, setelah melakukan rapat kelurahan," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan Jamkesmas, komisi yang menangani masalah pendidikan dan kesehatan ini, telah melakukan protes kepada Kementerian Kesehatan.

"Asumsi kami pendataan tersebut harus ditinjau kembali, karena kurang akurat hal tersebut dibuktikan adanya 4.000 aduan penerima Jamkesmas," jelasnya.

Kementerian Kesehatan lanjut Kahar, memungkinkan untuk melakukan perubahan data terhadap penerima Jaamkesmas.

"Hal tersebut karena masih banyaknya kesalahan-kesalahan pendataan seperti salah nama, nama yang terdaftar sudah meninggal atau pindah alamat menurutnya akan segera di perbaiki datanya," bebernya.

Bukan hanya itu, untuk saat ini DPRD kota Parepare, akan memanggil secepatnya pihak-pihak terkait yang menangani kedua masalah tersebut.

"Kami akan panggil agar bisa mempercepat segala prosesnya dan bisa meminimalisir banyaknya aduan," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Geger, Pemegang Kartu...
Geger, Pemegang Kartu Jamkesmas Tewas di Selokan Pasar Induk Cibitung
Jadi Peserta JKN, Komang...
Jadi Peserta JKN, Komang Tidak Khawatir Ketika Buah Hati Sakit
Warga Miskin Kesulitan...
Warga Miskin Kesulitan Berobat, DPRD Desak Bupati Kendal Evaluasi Jamkesda
Tabanan Gempar, 2 Orang...
Tabanan Gempar, 2 Orang Terima Raskin Pulangnya Naik Mobil Toyota Terios
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
41 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved