Aktivitas gempa masih tinggi, warga diminta waspada
Kamis, 21 Maret 2013 - 13:54 WIB
Aktivitas gempa masih tinggi, warga diminta waspada
A
A
A
Sindonews.com - Sejak status Kawah Timbang dinaikan dari normal menjadi waspada sepekan lalu, aktivitas kegempaan disekitar Kawah Timbang, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), terus meningkat.
Meski demikian, Kawah Timbang hingga saat ini masih dalam status waspada, dengan radius aman di luar jarak 500 meter dari pusat semburan gas.
Berdasarkan informasi dari pos pengamatan Gunung Api Dieng, Banjarnegara, Jateng, alat pemantau gempa atau seimograf yang terpasang terus mencatat aktivitas kegempaan di area Kawah Timbang, bahkan cenderung mengalami peningkatan.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Dieng Tunut Pujiarjo, dari catatan pukul 18.00-00.00 telah terjadi dua kali gempa vulkanik dalam.
"Sementara pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi telah terjadi tiga kali gempa vulkanik dalam dan satu kali gempa vulkanik dangkal," jelas Tunut, Kamis (21/3/2013), siang.
Jika dalam kondisi normal gempa yang terjadi di kawah timbang hanya tercatat rata-rata 10 kali gempa perbulan, namun saat ini telah terjadi lebih dari 30 gempa dari catatan seismograf dalam sepekan.
Sementara untuk pantuan gas hingga siang ini, pengukuran yang dilakukan pada jarak 700 meter tidak mendeteksi adanya kandungan gas co2.
"Namun hal ini bukan berarti menunjukan adanya penurunan aktivitas Kawah Timbang. Karena, konsentrasi gas di pusat semburan masih tinggi, di atas 2,1 persen volume," jelasnya.
Untuk itu, dirinya tetap meminta warga untuk tetap tenang dan waspada.
Hingga saat ini, sebanyak 52 pesonel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih berjaga-jaga di lokasi bencana.
Meski kegempaan yang terjadi meningkat, status Kawah Timbang masih berada pada level waspada dengan radius aman di luar jarak 500 meter dari Kawah Timbang.
Meski demikian, Kawah Timbang hingga saat ini masih dalam status waspada, dengan radius aman di luar jarak 500 meter dari pusat semburan gas.
Berdasarkan informasi dari pos pengamatan Gunung Api Dieng, Banjarnegara, Jateng, alat pemantau gempa atau seimograf yang terpasang terus mencatat aktivitas kegempaan di area Kawah Timbang, bahkan cenderung mengalami peningkatan.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Dieng Tunut Pujiarjo, dari catatan pukul 18.00-00.00 telah terjadi dua kali gempa vulkanik dalam.
"Sementara pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi telah terjadi tiga kali gempa vulkanik dalam dan satu kali gempa vulkanik dangkal," jelas Tunut, Kamis (21/3/2013), siang.
Jika dalam kondisi normal gempa yang terjadi di kawah timbang hanya tercatat rata-rata 10 kali gempa perbulan, namun saat ini telah terjadi lebih dari 30 gempa dari catatan seismograf dalam sepekan.
Sementara untuk pantuan gas hingga siang ini, pengukuran yang dilakukan pada jarak 700 meter tidak mendeteksi adanya kandungan gas co2.
"Namun hal ini bukan berarti menunjukan adanya penurunan aktivitas Kawah Timbang. Karena, konsentrasi gas di pusat semburan masih tinggi, di atas 2,1 persen volume," jelasnya.
Untuk itu, dirinya tetap meminta warga untuk tetap tenang dan waspada.
Hingga saat ini, sebanyak 52 pesonel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih berjaga-jaga di lokasi bencana.
Meski kegempaan yang terjadi meningkat, status Kawah Timbang masih berada pada level waspada dengan radius aman di luar jarak 500 meter dari Kawah Timbang.
(rsa)