UMM bedah makanan dari sudut halal & haram

Minggu, 17 Maret 2013 - 19:12 WIB
UMM bedah makanan dari...
UMM bedah makanan dari sudut halal & haram
A A A
Sindonews.com - Peluang pasar terhadap produk makanan dan minuman halal masih menjanjikan di Indonesia. Tapi sayang tingkat kesadaran konsumen terhadap produk makanan halal tergolong masih rendah.

Untuk itu, mahasiswa Jurusan Ilmu Dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berusaha membedah masalah halal-haram pada produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran, dalam sebuah seminar mengenai pangan, akir pekan kemarin.

Seminar yang bertajuk “Amankan Panganku dengan Panga Halal” dihaditi LPPOM Sugijanto, praktisi produk minuman berlabel halal Sucipto dan Plant Director PT Amerta Indah Otsuka Pratiwi Juniarsih.

Dekan FPP Damat, berharap lewat seminar ini mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknolgi Pangan UMM skillnya bisa lebih berkembang. Dan mengetahui seluk beluk tentang produk makanan dan minuman halal.

“Persoalan pangan yang berlabel halal tergolong masalah serius dan harus dicermati. Apalagi bagi seorang muslim. Makanan dan minuman halal hukumnya wajib. Jadi lewat kegiatan ini mahasiswa menjadi lebih paham dan mengerti tentang potensi dan tantangannya,” urai Damat.

Praktisi produk minuman halal Sucipto menambahkan, sistem jaminan halal mengalami pertumbuhan luar biasa. Namun sayang, sekarang ini pangan bersertifikat halal masih terbatas.

Contoh kasus pada penjualan makanan olahan daging sapi yang dicampur dengan daging babi. “Ada sebagian masyarakat campuran daging sapi dengan babi hal yang remeh. Hal semacam itu menunjukan bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk makanan-minuman halal masih rendah,” ujarnya.

Menurut Sucipto, halal atau haram dapat dilihat dari segi apa posisinya. Terdapat dua unsur produk halal yang merupakan standart minuman dalam makanan. Yaitu bisa dilihat dari barangnya dan cara memperolehnya.

Unsur halal bisa dilihat dari hasil uji laboratorium. “Kini masyarakat memandang untuk memperoleh sertifikat halal mahal harganya. Padahal kalau ada niat untuk memperoleh sertifikat halal itu gampang dan murah harganya,” tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved