Batik khas Batu bermotif apel & sayuran

Minggu, 17 Maret 2013 - 18:47 WIB
Batik khas Batu bermotif...
Batik khas Batu bermotif apel & sayuran
A A A
Sindonews.com - Seperti kota lain di Jawa Timur (Jatim), pengrajin batik di kota berudara dingin ini, sukses mendesain kain batik khas Kota Batu, Malang. Motifnya bergambar apel dan sayur mayur. Kemudian untuk menambah keindahannya ditambah motif ayam bekisar.

Rencananya, kain batik khas Batu ini akan diperkenalkan dalam ajang pemilihan Raka dan Raki Provinsi Jatim tahun 2013. Lalu untuk mempopelerkannya, sanggar Raden Wijaya selaku desainer batik khas Batu ini memperkenalkan kepada pengunjung Batu Town Square (Batos), kemarin sore.

Pengelola sanggar batik Raden Wijaya, Retna Dwitunjung menyatakan, kain batik khas Batu yang akan dibawa keajang pemilihan Raka-Raki Jatim dibuat selama 10 hari. Ciri khasnya, terdapat motif apel, strawberry, sayur, sapi, serta wheel-nya.

“Batik khas Batu kombinasi dari motif tradisional dan kontemporer. Yang mewakili ketradisionalannya adalah corak batiknya. Kemudian desain kontemporernya berupa motif veris wheel yang ada di alun-alun Kota Batu,” ujar Nana panggilan akrab dari Retna Dwitunjung, di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Minggu (17/3/2013).

Menurut Nana, desain batik khas Batu sesungguhnya sudah dipakai PNS Pemkot Batu bersama Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Batu. Warna dasar kainnya putih. Kemudian motif batiknya bergambar seluruh potensi alam yang dimiliki Kota Batu dan beberapa wahana permainan yang ada di alun-alun Kota Batu.

“Ya semua daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri. Kalau di Kota Batu sebagai kota pertanian dan pariwisata. Yang kita tonjolkan berupa potensi alamnya dan potensi pariwisatanya,” ungkap Ratna.

Tentunya, desain batik khas Batu ini mampu menarik perhatian pengunjung Batos. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko menyatakan, kain batik khas Batu motifnya tidak kalah dengan daerah lain.

Menurut dia, mau dipakai kebaya atau kemeja bagi bapak-bapak tetap pantas untuk dipakainya. Termasuk dipakai anak muda. Kata Dewanti tetap bisa tampil gaul dan percaya diri.

“Hampir setiap minggu di Pemkot Batu menerima tamu dari luar daerah. Rata-rata mereka selalu terkesima dengan motif batik khas Batu yang bergambar potensi alam Kota Batu,” jelasnya.

Dewanti yakin, motif batik khas Batu mampu bersaing dengan motif batik dari daerah lain. “Kain batik yang diproduksi pengrajin di Kota Batu masih bersifat home industri. Sehingga kualitas dan tekstur kain serta motif batiknya pasti terjamin,” pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
1 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
7 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
8 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
10 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
10 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
11 jam yang lalu
Infografis
7 Sayuran Nyaris Rendah...
7 Sayuran Nyaris Rendah Kalori, Pilihan Tepat untuk Diet Sehat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved