Tolak pembangunan bandara, WTT kecam Gandung Pardiman
Minggu, 17 Maret 2013 - 13:23 WIB
Tolak pembangunan bandara, WTT kecam Gandung Pardiman
A
A
A
Sindonews.com – Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) yang menolak rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo, berang. WTT tersinggung atas ucapan Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman yang menyebut penolak bandara adalah ‘wong edan’.
Menurut Juru Bicara WTT Martono, mereka sangat kecewa dan tidak terima disebut wong edan, karena menolak rencana pembangunan bandara. Dia menilai, pernyataan Gandung sangat tidak berdasar. Anggota DPR itu juga dianggap tidak paham kondisi sosial masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari pertanian.
"Kami, petani pesisir sangat tersinggung begitu mendengar pernyataan Gandung yang disampaikan dalam roadshow Aburizal Bakrie, Jumat (15/3/2013) di Glagah, Temon. Kami sangat kecewa dan tidak terima dengan pernyataan itu," kata Martono, Minggu (17/3/2013).
Menurut dia, sebelum mengelurkan pernyataan, seharusnya Gandung turun ke bawah dan merasakan kegelisahan warga pesisir jika terpaksa hengkang dari lokasi tersebut. Dia menegaskan, apa pun yang terjadi, WTT tetap menolak pembangunan bandara di wilayah pesisir itu.
"Jangan hanya ngomong saja tanpa pernah turun ke bawah. Silahkan saja bangun bandara yang penting jangan di pesisir dan menggusur lahan tegalan kami. Apa pun resikonya kami tetap akan menolak bandara," tandasnya.
Pada kesempatan itu dia menegaskan, seharusnya sebagai seorang pejabat dapat memahami kondisi psikologi dan sosial masyarakatnya.
"Lahan tidak semata-mata hanyalah sebidang tanah, tapi memiliki aspek sosial yang mampu memberikan lapangan kerja bagi banyak warga dari luar Temon," pungkasnya.
Menurut Juru Bicara WTT Martono, mereka sangat kecewa dan tidak terima disebut wong edan, karena menolak rencana pembangunan bandara. Dia menilai, pernyataan Gandung sangat tidak berdasar. Anggota DPR itu juga dianggap tidak paham kondisi sosial masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari pertanian.
"Kami, petani pesisir sangat tersinggung begitu mendengar pernyataan Gandung yang disampaikan dalam roadshow Aburizal Bakrie, Jumat (15/3/2013) di Glagah, Temon. Kami sangat kecewa dan tidak terima dengan pernyataan itu," kata Martono, Minggu (17/3/2013).
Menurut dia, sebelum mengelurkan pernyataan, seharusnya Gandung turun ke bawah dan merasakan kegelisahan warga pesisir jika terpaksa hengkang dari lokasi tersebut. Dia menegaskan, apa pun yang terjadi, WTT tetap menolak pembangunan bandara di wilayah pesisir itu.
"Jangan hanya ngomong saja tanpa pernah turun ke bawah. Silahkan saja bangun bandara yang penting jangan di pesisir dan menggusur lahan tegalan kami. Apa pun resikonya kami tetap akan menolak bandara," tandasnya.
Pada kesempatan itu dia menegaskan, seharusnya sebagai seorang pejabat dapat memahami kondisi psikologi dan sosial masyarakatnya.
"Lahan tidak semata-mata hanyalah sebidang tanah, tapi memiliki aspek sosial yang mampu memberikan lapangan kerja bagi banyak warga dari luar Temon," pungkasnya.
(mhd)