Data buta aksara gegerkan Pemkab Gunungkidul

Sabtu, 16 Maret 2013 - 16:23 WIB
Data buta aksara gegerkan...
Data buta aksara gegerkan Pemkab Gunungkidul
A A A
Sindonews.com - Pemkab Gunungkidul benar-benar kebakaran jenggot dengan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai tingginya angka buta huruf lewat Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2012.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Johan Marphantya mengatakan, surat langsung ke BPS untuk klarifikasi mengenai data buta huruf sudah disampaikan beberapa waktu lalu. Namun demikian, hingga kini surat tersebut belum mendapatkan tanggapan.

"Kita ingin sebuah klarifikasi data tersebut yang akan kita adu dengan data kami," terangnya, Sabtu (16/3/2013).

Dijelaskannya, upaya untuk bisa mengundang BPS terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan melaporkan ke Bupati sehingga ada fasilitasi untuk klarifikasi.

"Kita juga sudah meminta Bappeda untuk membantu mengundang BPS. Karena ini perlu segera klarifikasi," tandasnya.

Diakuinya Pemkab Gunungkidul di tahun 2009 lalu menerima penghargaan buta aksara dari presiden. Hal ini lantaran suksesnya dalam memberantas buta aksara ditahun 2007 silam.

"Waktu itu (2007) sebanyak 47.800 warga kita tuntaskan buta aksara. Jadi kita sudah tuntas untuk buta aksara dan angka," beber Johan.

Dengan adanya data ini maka pihaknya merasa risih karena dianggap gagal dalam pemberantasan buta aksara.

"Kalau seperti ini kan sama halnya kita gagal dalam penuntasan buta aksara. Padahal dari 47 800 warga yang kita berikan program, sangat jelas baik nama dan alamatnya," lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi Kepala BPS Gunungkidul Agus Hadriyanto mengaku data yang dimiliki BPS adalah data resmi. Diapun mengaku siap untuk diundang guna klarifikasi mengenai data buta aksara ke Pemkab Gunungkidul.

"Selagi ada undangan kita siap klarifikasi," ulasnya.

Dari data Susenas 2012, untuk usia di atas 70 tahun, tercatat jumlah warga yang masih buta aksara sebanyak 30.303 warga, untuk usia 50 tahun sampai 69 tahun sebanyak 42.421 warga. Sedangkan untuk warga dengan usia 40 tahun hingga 49 tahun sebanyak 4.864.

"Untuk usia 30 tahun hingga 39 tahun sebanyak 422 warga. Dan usia 20 tahun hingga 29 tahun sebanyak 795 warga," bebernya.
(rsa)
Berita Terkait
Dari Kanreapia, Rumah...
Dari Kanreapia, Rumah Koran Andil Entaskan Buta Aksara Petani
123 Siswa Penabur Jakarta...
123 Siswa Penabur Jakarta Berbagi Ilmu untuk Warga Buta Aksara di Banyuwangi
Berantas Buta Aksara...
Berantas Buta Aksara di Ende, Orang Muda Ganjar Gelar Safari Buta Aksara
6 Provinsi Jadi Fokus...
6 Provinsi Jadi Fokus Pemberantasan Buta Aksara
Lomba Membuat Website...
Lomba Membuat Website dengan Aksara Lontara Siap Digelar
Sepatu Pintar dengan...
Sepatu Pintar dengan Sensor Ultrasonik Khusus Tunanetra
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
4 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
Begini Cara Lihat Data...
Begini Cara Lihat Data Bocor di Dark Web Lewat Gmail
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved